Cegah Penyebaran Corona, Warga Semprotkan Disinfektan ke Kontrakan Pekerja Leuwi Keris Ciamis

Cegah Penyebaran Corona, Warga Semprotkan Disinfektan ke Kontrakan Pekerja Leuwi Keris Ciamis
Warga dan para pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna Bina Remaja (KTBR) unit teknis Dusun Guha, Desa Handapherang, Kecamatan Cijeungjing, melakukan penyemprotan disinfektan ke rumah-rumah warga termasuk kontrakan pekerja proyek Leuwi Keris. Foto:Jujang/HR

Berita Ciamis (harapanrakyat.com).- Dalam upaya pencegahan virus corona, para pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna Bina Remaja (KTBR) unit teknis Dusun Guha, Desa Handapherang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, secara swadaya melakukan penyemprotan disinfektan ke rumah-rumah warga dan fasilitas umum lainnya seperti masjid, balai dusun, PAUD dan RA.

Kegiatan dilaksanakan Jumat-Sabtu (27-28/3/2020). Selain rumah warga, kontrakan tempat pekerja proyek Leuwi Keris juga tak luput dari sterilisasi penyemprotan disinfektan. Diketahui, sejumlah rumah warga Dusun Guha disewa para pekerja Leuwi Keris yang notabene bukan warga Ciamis.

Dengan menggunakan mobil bak terbuka, para pemuda melakukan penyemprotan dari satu rumah ke rumah lainnya di 9 RT yang ada di Dusun Guha.

Ketua KTBR unit teknis Dusun Guha, Yayan Mulyana mengatakan, kegiatan penyemprotan disinfektan ini sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona di masyarakat.

“Sekarang situasi sedang genting, sudah semestinya upaya penyemprotan ini dilakukan, agar masyarakat terhindar dari ancaman virus corona. Ini murni swadaya masyarakat,” ujarnya.

Kata Yayan, selain melakukan penyemprotan disinfektan ke rumah warga dan fasilitas umum seperti masjid dan madrasah, warga pun menyemprotkan disinfekan ke rumah kontrakan para pekerja proyek Leuwi Keris. Selain itu, kantor perusahaan kontraktor yang berada di wilayah Dusun Guha juga tak luput dari penyemprotan.

“Ini sebagai antisipasi saja, karena pekerja proyek Leuwi Keris ini rata-rata berasal dari luar Ciamis seperti Jawa dan Bandung, ini sebagai pencegahan saja,” katanya.

Pihaknya juga meminta kepada para pekerja proyek Leuwi Keris, agar melaporkan diri ke aparat desa setempat jika ada yang kerap pulang pergi ke luar kota. Termasuk memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat.

“Demi keamanan dan kenyamanan bersama, kami berharap pekerja yang biasa bekerja di proyek Leuwi Keris untuk tidak bolak-balik ke luar kota baik untuk keperluan kerja atau pulang ke rumah. Ini sangat riskan, dan bisa saja meresahkan masyarakat sekitar proyek Leuwi Keris,” pungkas Yayan. (Jujang/R8/HR Online)

Loading...