Selasa, Agustus 9, 2022
BerandaBerita Pangandaran20.000 Warga Hampir Miskin di Pangandaran Bakal Dapat Bantuan

20.000 Warga Hampir Miskin di Pangandaran Bakal Dapat Bantuan

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Keluarga yang masuk kategori hampir miskin akibat pandemi Covid-19, di Kabupaten Pangandaran akan mendapat bantuan dari pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar Rp. 500.000 per Kepala Keluarga.

Sebanyak 20.000 Kepala Keluarga di Pangandaran dipastikan bakal mendapat bantuan dari Pemprov Jabar tersebut.

Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata mengatakan, akibat pandemi Covid-19, Pemprov akan memberikan bantuan kepada masyarakat yang masuk kategori hampir miskin sebesar Rp. 500.000 per Kepala Keluarga.

“Nantinya mereka akan menerima bantuan Rp. 350.000 berupa sembako dan sisanya Rp.150.000 akan diberikan secara tunai, tiap bulannya,” ujarnya, Kamis (09/04/2020).

Baca Juga: Warga Miskin Terdampak Corona di Jabar Bakal Dibantu Rp 500 Ribu Per Bulan

Saat ini data keluarga miskin di Kabupaten Pangandaran berjumlah 31 ribu KK, yang masuk kategori sangat miskin berjumlah 16 ribu KK dan akan menerima bantuan Rp 200.000 ditambah beras 8 kilogram, telor, sayur dan ikan.

Sementara kategori miskin sebanyak 15 ribu KK dan tiap bulannya menerima bantuan berupa beras 8 kilogram, telor, sayur dan ikan.

Selain itu, Pemkab Pangandaran melakukan pendataan lagi terhadap keluarga yang hampir miskin akibat pandemi Covid-19 yaitu sebanyak 100 KK. 

Pemkab mengeluarkan kebijakan, akan memberikan bantuan sebesar Rp.150.000 per KK dan akan diberikan selama dua bulan.

“Bantuan Rp.150.000 berupa vocer dan dapat ditukar dengan 10 kilogram beras dan Rp.50.000 untuk kebutuhan lainnya,” katanya.

Jeje menambahkan, saat ini agar tidak tumpang tindih pihak Pemda sedang melakukan sinkronisasi data warga hampir miskin yang akan mendapat bantuan Rp 500.000 dari Pemprov Jabar.

Sementara itu, sebelumnya Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat memutuskan untuk memberikan bantuan Rp 500.000 per KK dengan kategori warga miskin baru, terutama yang ekonominya terdampak Covid-19.

Warga yang telah mendapatkan bantuan lewat PKH maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tidak akan lagi mendapat bantuan Rp 500.000 tersebut. (Enceng/R7/HR-Online)