Jumat, Agustus 19, 2022
BerandaArtikelAC Tingkatkan Risiko Corona, Apakah Benar Terjadi?

AC Tingkatkan Risiko Corona, Apakah Benar Terjadi?

AC tingkatkan risiko Corona kini masih menjadi pertanyaan banyak orang. Terlebih lagi banyak orang yang merasa panik dengan adanya hipotesis ini. Topik mengenai penggunaan AC yang dikaitkan dengan virus Corona pun menjadi perbincangan hangat.

Lalu apakah benar bahwa AC berpengaruh pada virus Corona?. Salah satu pakar epidemi UGM pun turut mengungkapkan pendapatnya.

Prof. Dr. dr. Hari Kusnanto Josef mengungkapkan bahwa belum dilakukan studi berkelanjutan. Sehingga belum dapat dipastikan apakah AC akan mempengaruhi virus Corona atau tidak.

Apakah AC Tingkatkan Risiko Corona?

Virus Corona memang hampir sama seperti virus lainnya yang menyerang imun tubuh. Hal ini membuat banyak orang merasa khawatir. Sehingga tidak sedikit orang yang melakukan pencegahan diri.

Setelah virus ini menyebar dengan cepat, kemudian muncul beberapa fakta terkait virus ini. Salah satunya adalah virus ini membutuhkan media atau perantara untuk hidup.

Salah satunya adalah kontak fisik pada orang yang terjangkit Corona. Hal ini dapat membuat penyebaran semakin parah.

Kemudian fakta yang menyebutkan bahwa virus Corona tidak dapat bertahan lama pada suhu yang begitu tinggi. Sehingga dihimbau agar mencuci pakaian kemudian menjemurnya. Lalu dianjurkan untuk berjemur.

Kali ini banyak orang merasa khawatir terkait dengan AC tingkatkan risiko Corona. Menurut pakar epidemi dari UGM, penelitian lebih lanjut memang belum dilakukan.

Namun kemungkinan risikonya memang ada. Hal ini diungkapkan secara teoritis berdasarkan beberapa fakta mengenai virus Corona. Hipotesis mengenai penggunaan AC semakin banyak.

Kebanyakan juga mengungkapkan mengenai adanya kemungkinan yang cukup besar. Seperti yang diketahui bahwa kini penyebaran virus Corona sudah semakin meningkat.

Tidak heran jika muncul beberapa pendapat dan hipotesis lain. Meskipun begitu, diharapkan agar masyarakat tidak panik dan khawatir secara berlebihan.

Virus Corona ini sempat disamakan dengan salah satu jenis penyakit lainnya yaitu SARS. Virus ini juga sangat berbahaya dan dapat menimbulkan kematian seperti Corona. Penelitian yang dilakukan pun terkait dengan AC tingkatkan risiko Corona.

Hasil yang didapatkan juga cukup mengejutkan. Pasalnya, penggunaan AC tersebut begitu berpengaruh pada SARS.

Pakar epidemi UGM mengungkapkan bahwa penelitian pada SARS memang sudah ada. Meskipun berpengaruh, namun penularannya tidak sering terjadi.

Penggunaan AC terkait Corona menjadi hal yang perlu diwaspadai. Meskipun saat ini belum ada studi lanjut yang dapat meyakinkan teori tersebut, namun terdapat fakta mengenai penularan Corona di Wuhan.

Fakta tersebut berkaitan dengan sebuah keluarga yang positif terjangkit Corona. Keluarga tersebut makan di sebuah restoran yang ber-AC.

Lalu dilanjutkan dengan contact tracing dengan orang yang ada di sekitar. Kemudian diuji dan hasilnya adalah tidak ada penularan sama sekali atau negatif.

Benarkah AC Tingkatkan Risiko Corona?

Penyebaran virus Corona semakin mudah karena interaksi yang berlebihan. Oleh karena itu, terdapat himbauan mengenai social distancing. Diharapkan hal ini dapat membantu memutus rantai penyebaran pandemi Corona.

Berkaitan dengan AC dan Corona, Prof. Dr. dr Hari mengungkapkan bahwa ruang yang tertutup dan ber-AC memang berisiko. Hal ini dikarenakan tidak ada sirkulasi udara yang lancar. Terlebih lagi ruangan tersebut tertutup.

Sirkulasi udara yang begitu terbatas menjadi salah satu penguat rantai penyebaran Corona. Tentunya hal ini perlu diminimalisir dengan cara meningkatkan sirkulasi udara di dalam ruangan.

Terkait AC tingkatkan risiko Corona, masyarakat dihimbau untuk membuka jendela dan ventilasi. Sehingga sirkulasi udara akan lebih lancar. Bahkan terdapat pancaran sinar matahari yang masuk ke dalam ruangan.

Hal ini juga akan membuat ruangan lebih baik lagi. Virus memang tidak bisa hidup di udara, namun dapat bertahan kurang lebih 30 menit.

Berbeda dengan sebuah media berupa benda yang dapat bertahan hingga berhari-hari. Dalam keadaan AC hidup di ruang tertutup, maka kemungkinan besar virus akan tetap hidup.

Suhu yang lembab membuat virus hidup lebih lama. Apalagi jika sudah menempel pada benda atau pakaian.

Hipotesis mengenai AC tingkatkan risiko Corona ini memang perlu diteliti lebih lanjut. Disamping itu, masyarakat lebih waspada dan tidak berlebihan. Sebab, belum ada penelitian yang pasti. Hal yang tepat untuk dilakukan adalah melakukan isolasi diri sendiri. (R10/HR-Online)