Bintang Menari Kelilingi Lubang Hitam dan Teori Relativitas dari Einstein

bintang menari kelilingi lubang hitam
Bintang menari kelilingi lubang hitam. Foto: Ist/Net

Bintang menari kelilingi lubang hitam merupakan salah satu fenomena yang menarik. Hal ini memang terjadi di pusat galaksi Bimasakti sebagaimana yang dikutip dari Cnet pada 16 April 2020.

Terjadinya fenomena ini dikaitkan dengan sebuah teori dari seorang jenius. Teori yang digunakan adalah teori milik Albert Einstein.

Teori miliki Albert Einstein ini memang terbukti benar setelah terjadi fenomena ini. Hasil penelitiannya juga sudah dipublikasikan pada tanggal 16 April 2020 dalam sebuah jurnal.

Penelitian ini tentunya diambil dari pengamatan yang telah dilakukan para astronom. Alat yang digunakan untuk mengamati fenomena ini adalah teleskop berukuran besar. Teleskop ini tentunya milik Observatorium Eropa Selatan.

Fenomena Bintang Menari Kelilingi Lubang Hitam

Fenomena mengenai bintang menari ini memang sangat menarik. Para astronom mengamati fenomena ini dengan teleskop yang dipasang di kawasan Gurung Atacama negara Chili. Para astronom mengungkapkan bahwa bintang tersebut hampir menyerupai kelopak bunga.

Sebelumnya fenomena ini akan dikaitkan dengan teori gravitasi milik Isaac Newton. Dalam teori tersebut, disebutkan bahwa orbit akan terlihat seperti elips.

Namun setelah diteliti, hal tersebut tidak terbukti kebenarannya. Kemudian lebih dihubungkan dengan teori milik Alberst Eisntein. Teori relativitas ini memang terbukti kebenarannya. Terlebih lagi saat orbit tersebut menyerupai kelopak bunga.

Bintang menari kelilingi lubang hitam ini cukup mengejutkan. Sebelumnya teori relativitas ini terbukti pada planet Merkurius.

Pasalnya, planet ini memberikan efek pada orbit di sekeliling matahari. Tentunya hal ini menjadi salah satu pembuktian dari teori relativitas umum.

Para astronom juga mengungkapkan bahwa telah terdeteksi efek yang sama. Hal ini dapat dilihat dari gerakan bintang yang berkeliling di Sagitarius A.

Istilah Sagitarius A diberikan untuk lubang hitam yang memiliki ukuran raksasa. Tentunya lubang hitam tersebut berada di galaksi Bimasakti.

Kurang lebih jaraknya mencapai 26 ribu tahun cahaya dari pusat tata surya. Oleh karena itu, dikatakan bahwa bintang menari kelilingi lubang hitam tersebut ada di galaksi Bimasakti.

Bintang yang menari dan mengitari lubang hitam tersebut memiliki karakteristik yang padat. Namun tidak sebanding dengan lubang hitam yang dikelilinginya.

Diperkirakan lubang hitam atau Sagitarius A tersebut memiliki massa 4 juta kali lebih besar dari matahari. Tidak heran jika ada banyak bintang yang mengelilinginya.

Bintang Menari Mengitari Lubang Hitam

Salah satu bintang padat yang mengelilingi lubang hitam juga telah diamati. Diperkirakan salah satu bintang tersebut adalah S2. Bintang ini menjadi salah satu bintang yang memiliki jarak terdekat dengan lubang hitam.

Sebagai salah satu bintang yang mengelilingi lubang hitam, S2 terus diamati. Tujuannya adalah untuk mendapatkan penelitian lebih lanjut. Bintang menari kelilingi lubang hitam ini memiliki kecepatan sekitar 3 persen cahaya.

Kecepatan ini tentunya berbeda dengan satuan di Bumi. Jika disesuaikan dengan satuan Bumi, maka waktu yang dibutuhkan adalah 16 tahun. Jadi, bintang S2 ini bisa menyelesaikan orbitnya dalam waktu 16 tahun.

Hal yang menarik adalah, bintang ini memang sudah ada sebelum mengelilingi lubang hitam. Kurang lebih waktu pengamatan bintang ini sudah sejak 27 tahun. Bintang ini diamati menggunakan ESO Very Large.

Alat ini merupakan teleskop yang handal untuk pengamatan. Dalam pengamatan ini, pergerakan bintang ini membawa astronom pada sebuah penelitian. Tentu saja berkaitan dengan teori relativitas.

Sehingga fenomena bintang menari kelilingi lubang hitam ini memang sudah diprediksi cukup lama. Inilah yang disebut dengan eksperimental alami bagi para astronom.

Dalam teori Einstein disebutkan bahwa ada beberapa hal yang mempengaruhi relativitas. Diantaranya adalah ruang, waktu, dan juga gravitasi.

Beberapa bidang tersebut telah berinteraksi dengan lubang hitam. Hal ini membuat lubang hitam dapat memberikan pengaruh pada benda yang ada di sekitarnya.

Fenomena yang memperkuat teori Einstein ini tentunya terus dipelajari. Begitupun dengan  fenomena yang ada di galaksi Bimasakti. Meskipun sudah diprediksi bahwa hal ini akan terjadi lagi.

Salah satu pengaruh dari lubang hitam adalah mampu membelokkan ruang. Massa yang lebih besar ini juga menjadi kekuatan untuk membelokkan ruang.

Bintang menari kelilingi lubang hitam ini akan terus diamati. Tentunya hal ini akan memunculkan berbagai teori lain selain relativitas. Sebab, bintang S2 bisa saja berubah dalam beberapa waktu ke depan. (R10/HR-Online)