Selasa, Agustus 9, 2022
BerandaBerita PangandaranBupati Jeje Tak Yakin Jumlah ODP Covid-19 di Pangandaran Saat Ini Hanya...

Bupati Jeje Tak Yakin Jumlah ODP Covid-19 di Pangandaran Saat Ini Hanya 398

Berita Pangandaran (harapanrakyat.com),- Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, tak yakin dengan jumlah data Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat yang dikeluarkan saat ini sebanyak 398 orang.

Ia menduga, sampai saat ini kemungkinan jumlah ODP di Kabupaten Pangandaran sudah mencapai di angka seribuan, mengingat setiap hari ada warganya yang mudik dengan memotong jalan kompas menggunakan sepeda motor masuk ke wilayah Kabupaten Pangandaran.

Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Pangandaran memperketat akses masuk ke wilayahnya, dan bagi warga/pemudik, dan yang datang dari zona merah Covid-19 diwajibkan untuk isolasi mandiri selama 14 hari.

Hal itu ditegaskan Bupati Pangandaran, kepada HR Online, saat ditemui usai rakor terbatas di RSUD Pandega Pangandaran, Jum’at (03/04/2020).

“Saya meminta agar setiap desa yang ada di Kabupaten Pangandaran, dari mulai RT dan RW, untuk pro aktif mencatat, mendata, dan melaporkan setiap warga yang baru mudik pulang kampung, terutama yang berasal dari zona merah, sekaligus mengawasinya agar tidak ke mana-mana selama isolasi 14 hari, diam di rumah,” tandas Jeje.

Selain itu, ia juga meminta seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Pangandaran agar kerja dengan serius, terkait pencegahan wabah Covid-19.

“Saya meminta data konkret, data yang rill, karena ini wabah serius, virus Corona ini jangan dianggap enteng dan jangan sampai ada warga Kabupaten Pangandaran ada yang PDP (Pasien Dalam Pengawasan), jangan sampai itu terjadi. Mari kita bersama-sama melawan virus Corona,” tandasnya.

Kabupaten Pangandaran sendiri sampai saat ini tidak ada warganya yang berstatus PDP. Meski begitu, Jeje mengimbau masyarakat harus tetap waspada.

Jeje meminta kepada para petugas, terutama yang ada di perbatasan, seperti Satpol PP, Dishub dan tim medis agar ditingkatkan lagi pengawasannya, di data dan di catat, serta diperiksa kesehatannya.

“Jangan tanggung-tanggung, bila ada yang suhu tubuhnya melebihi batas, suruh balik kanan saja,” pungkas Jeje. (Ntang/R3/HR-Online)