Selasa, Agustus 9, 2022
BerandaBerita BanjarCurhat Siswi SMP di Kota Banjar: Rindu Sekolah, Khawatir Tak Bisa Jabat...

Curhat Siswi SMP di Kota Banjar: Rindu Sekolah, Khawatir Tak Bisa Jabat Tangan Saat Perpisahan

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Curhat siswi SMP di Kota Banjar ini menggugah hati siapapun yang melihatnya. Salah seorang siswi SMP di Sekolah Menengah Pertama (SMPN) 7 Kota Banjar, Jawa Barat, mengungkapkan kerinduannya belajar di sekolah lewat sebuah video pendek berdurasi 2,5 menit.

Dalam video itu, siswi tersebut menceritakan imbas Covid-19 yang memaksa mereka belajar di rumah dan harus menjalani masa libur tidak sesuai kalender akademik.

“Kami libur tidak sesuai kalender akademik. Kami rindu suasana sekolah dan ingin belajar di sekolah dengan ceria. Kami rindu sudut sekolah,” ungkap Meta dalam video tersebut.

Tak hanya rindu belajar di sekolah, pengunggah video yang diketahui tengah duduk di kelas IX SMPN 7 Banjar tersebut pun khawatir tak bisa merayakan hari kelulusan bersama teman dan para guru karena harus menjalani social dan physical distancing.

“Kebersamaan kita selama tiga tahun kenangan terindah yang tak mudah dilupakan. Kami akan berpisah dengan teman satu kelas dan satu angkatan. Kami rindu dengan guru-guru dan kami akan berpisah dengan bapak ibu guru tanpa pelepasan dan jabat tangan. Semoga semua lulus dan sukses,” harapnya.

Curhat Siswi SMP di Kota Banjar Dikomentari Guru dan Ketua YRBK

Dikonfirmasi mengenai video tersebut, salah seorang guru di SMPN 7 Banjar, Sugiharti membenarkan pembuat video berisi curhatan tersebut adalah salah seorang siswinya dan kini duduk di bangku kelas IX SMPN 7 Banjar.

“Iya sudah dicek, video itu memang milik siswa saya dan sekarang duduk di kelas IX C,” kata Sugiharti.

Menurutnya, video curhat siswi SMP di Kota Banjar tersebut memang mengharukan, sehingga banyak para siswa-siswi yang lain ikut menanyakan kapan bisa kembali masuk sekolah.

Ia berharap para peserta didik tetap semangat meski belajar di rumah dan terus menjalin komunikasi dengan para guru serta mematuhi imbauan pemerintah dalam mencegah penyebaran virus Corona.

“Sebagai guru tentu kami juga rindu ingin mengajar dan ternyata anak didik memang lebih bahagia ketika belajar di sekolah. Semoga wabah virus Corona ini cepat berlalu dan mereka bisa kembali ke sekolah,” harapnya.

Setelah beredar di media sosial, video tersebut pun diunggah di salah satu group literasi hingga mendapat tanggapan dari Ketua Yayasan Ruang Baca Komunitas Kota Banjar (YRBK), Sofyan Munawar.

Menurutnya, kondisi seperti tidak boleh menghalangi siswa-siswi untuk berkreasi justru harus dihadapi secara positif sehingga melahirkan kreasi dan inovasi dalam banyak hal.

Sebagai pegiat literasi, YRBK juga berupaya membantu para siswa, mahasiswa untuk saling sharing referensi digital sebagai bahan tambahan pembelajaran termasuk bergiat dengan memanfaatkan jejaring secara virtual.

“Dalam situasi seperti ini, kita dapat memanfaatkan literasi digital baik dari sumber resmi yang dikeluarkan Disdikbud maupun referensi digital lainnya,” ujarnya. (Muhlisin/R7/HR-Online)