Fenomena Hujan Meteor Lyrids Beserta Fenomena Lainnya di Bulan Ini

Fenomena Hujan Meteor Lyrids
Fenomena Hujan Meteor Lyrids. Foto: Istimewa

Adanya fenomena hujan meteor Lyrids menjadi topik perbincangan yang sangat menarik saat ini. Meteor merupakan penampakan jalur jatuhnya meteoroid menuju atmosfer Bumi.

Hal ini sering diistilahkan sebagai bintang jatuh. Penampakan meteor ini disebabkan karena adanya panas yang dihasilkan oleh tekanan dan bukan dipicu oleh adanya gesekan pada saat meteoroid memasuki atmosfer.

Sedangkan hujan meteor sendiri merupakan fenomena astronomi yang terjadi ketika sejumlah meteor terlihat mengeluarkan sinar pada saat langit malam.

Hujan meteor ini terjadi karena disebabkan adanya serpihan benda luar angkasa yang disebut sebagai meteoroid. Dimana ketika memasuki atmosfer Bumi memiliki kecepatan yang tinggi.

Pada dasarnya, ukuran meteor ini hanya sebesar butiran pasir serta hampir seluruhnya hancur sebelum sampai ke permukaan Bumi. Lalu apa sebenarnya hujan meteor Lyrids ini?

Fenomena Hujan Meteor Lyrids

Hujan meteor Lyrids merupakan peristiwa langit sebagai hujan meteor yang dapat menghasilkan hingga 20 meteor pada setiap puncaknya. Hujan meteor Lyrids ini tidak terjadi begitu saja.

Hujan meteor Lyrids terbentuk akibat adanya proses alam. Dimana hujan meteor Lyrids diproduksi oleh partikel debu yang ditinggalkan oleh komet C/1861 Thatcher.

Komet C/1861 Thatcher ini ditemukan pada tahun 1861 yang lalu. Menariknya lagi, meteor Lyrids terkadang bisa menghasilkan jejak debu yang cerah yang bertahan selama beberapa detik saja.

Fenomena hujan meteor Lyrids akan berlangsung setiap tahunnya mulai tanggal 16 sampai dengan tanggal 25 April.

Sedangkan untuk puncak hujan meteor Lyrids sendiri pada tahun 2020, akan terjadi pada tanggal 22 April malam serta 23 April pagi.

Adanya bulan baru akan memberikan kepastian langit gelap agar hujan meteor Lyrids tersebut dapat terlihat lebih baik pada tahun ini. Tampilan terbaik yang dimaksud berasal dari lokasi yang gelap setelah tengah malam.

Terjadinya Fenomena Langit Lainnya

Sebenarnya selama bulan April tahun ini, selain Lyrids juga akan terjadi fenomena langit lainnya, yaitu Supermoon serta Bulan Baru. Terjadinya fenomena ini sudah diprediksi oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan).

Menariknya  fenomena hujan meteor Lyrids, Supermoon, dan Bulan Baru dapat kita saksikan dari langit Indonesia. Namun, tidak ada wilayah khusus untuk melihat fenomena langit yang luar biasa ini.

Saat ketiga fenomena langit tersebut muncul, juga akan dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang ada. Ketika langit berada pada kondisi yang cerah, maka fenomena-fenomena ini dapat kita lihat dengan apik dan memukau.

Akan tetapi sangat disayangkan, ketika cuaca sedang hujan atau banyak polusi cahaya yang muncul, maka ketiga fenomena langit tersebut bisa saja tidak tampak sama sekali.

Berikut ini akan kami jelaskan peristiwa langit lainnya selain hujan meteor Lydris yang tak kalah menarik untuk kita ulas.

Supermoon

Selain fenomena hujan meteor Lyrids, di bulan April ini juga akan terjadi peristiwa langit lainnya yaitu Supermoon. Supermoon atau lebih sering disebut sebagai Bulan Super merupakan sebuah peristiwa yang langka.

Supermoon merupakan keadaan yang mencerminkan dan menggambarkan ketika posisi Bulan berada di jarak paling dekat dengan Bumi. Sehingga Bulan akan terlihat sangat besar atau super.

Istilah Sepermoon semacam ini diberikan oleh para astrologi. Namun, sebagian ilmuwan memberikan pertentangan pada istilah tersebut.

Pasalnya, Bulan Super atau Supermoon dapat diartikan sebagai Bulan Purnama. Supermoon akan terjadi pada tanggal 8 April.

Pada saat itu, Bulan akan berada pada titik terdekat dengan Bumi. Dimana Bulan akan berjarak kurang lebih 356,9 kilometer dari Bumi.

Titik terdekat Bulan Purnama dengan Bumi ini akan menghasilkan serangkaian besar pasang surut laut tinggi serta rendah. Selain fenomena hujan meteor Lyrids, fenomena alam Supermoon ini juga akan terlihat, tepatnya di Jakarta.

Bulan Baru

Fenomena alam berikutnya di bulan April tahun ini adalah Bulan Baru. Dalam ilmu astronomi, Bulan Baru disebut juga Bulan Mati yang artinya fase Bulan pertama.

Terjadi saat Bulan kurang lebih berada pada satu garis lurus yaitu diantara Matahari dan Bumi. Seluruh permukaan Bulan yang terkena sinar Matahari berada di bagian belakang Bulan.

Sedangkan bagian yang tidak disinari tersebut akan terlihat dari Bumi. Tentu saja, Bulan Baru ini tak kalah luar biasanya dengan fenomena hujan meteor Lyrids. (R10/HR-Online)

Loading...