Jumat, Agustus 19, 2022
BerandaBerita TerbaruFenomena The Hum Suara Gemuruh yang Sering Terjadi

Fenomena The Hum Suara Gemuruh yang Sering Terjadi

Fenomena The Hum merupakan salah satu fenomena langit yang bisa dikatakan menarik. Fenomena ini ternyata sudah pernah terjadi di beberapa tempat. Bahkan berbeda negara.

Perlu diketahui bahwa fenomena ini pertama kali terjadi di Inggris. The Hum ini terjadi di tahun 1960 silam.

Dikatakan The Hum karena memiliki suara yang begitu aneh seperti gemuruh. Suara ini memang mengejutkan karena belum diketahui penyebabnya.

Fenomena The Hum Suara yang Aneh

Ada beberapa fenomena langit yang sering terjadi di beberapa negara. Kemudian para ilmuwan juga meneliti beberapa fenomena tersebut.

Baca juga: Fenomena Hujan Meteor Lyrids Beserta Fenomena Lainnya di Bulan Ini

The Hum sendiri juga merupakan salah satu peristiwa langit. Setelah terjadi di Inggris pada tahun 1960 lalu, terjadi lagi di Amerika Serikat dua puluh tahun kemudian.

Kejadian ini tentu saja cukup mengagetkan. Terlebih lagi suara yang dihasilkan merupakan gemuruh. Muncul beberapa hipotesis terkait dengan kejadian The Hum ini.

Salah satunya adalah hipotesis yang tertuju pada jaringan listrik. Bahkan merujuk pula pada menara ponsel. Namun akhirnya hipotesis pertama tentang fenomena The Hum ini dipatahkan.

Alasannya terbilang cukup kuat. Salah satunya adalah di tahun 1960 belum ada telepon seluler yang begitu mendominasi. Selanjutnya adalah jaringan listrik yang mudah diblokir menggunakan selungkup logam.

Setelah hipotesis yang satu ini dipatahkan begitu saja, lalu muncul teori-teori yang lain. Teori ini tentunya juga harus diperjelas agar tujuannya pun lebih jelas.

Seorang peneliti yang bernama Deming juga telah melakukan pengamatan tentang fenomena ini. Ia mengamati sebuah Program Penelitian Auroral Aktif Frekuensi Tinggi.

Pengamatan fenomena The Hum ini terkait dengan senyawa militer yang sudah terisolasi di kawasan Alaska.

Cara yang digunakan dalam pengamatan kali adalah menggunakan gelombang radio. Sehingga Deming mengungkapkan teorinya berupa adanya kemungkinan emisi otoacoustic.

Istilah ini memiliki arti bahwa The Hum merupakan suara alami yang disebabkan oleh getaran sel rambut telinga.

Penelitian Deming masih tetap dilanjutkan terkait dengan The Hum. Menurut Deming, penyebab suara gemuruh adalah gelombang radio Very Low Frequency.

Beberapa kekuatan militer yang ada di dunia menggunakan sebuah pemancar terkait fenomena The Hum. Tidak hanya di darat saja, tapi juga terdapat di bagian udara dalam skala besar.

Tujuannya adalah untuk berkomunikasi dengan beberapa kapal selam. Hal ini kemungkinan bisa terjadi. Sebab, gelombang radio ini bisa menembus alumunium yang solid sekalipun.

Penelitian ini memang cukup meyakinkan. Namun belum ada bukti yang kuat terkait hal ini. Sehingga masih ada teori-teori yang lain terkait dengan kejadian The Hum. Sama halnya dengan penelitian Deming, hipotesis lainnya juga disertai dengan beberapa alasan yang kuat.

Suara The Hum

Hipotesis yang lain adalah dikaitkan dengan akumulasi yang berjumlah besar dari frekuensi yang rendah. Sekaligus beberapa infrasound yang dihasilkan oleh manusia itu sendiri.

Dapat diambil sebuah contoh adalah kebisingan jalan raya. Kemudian disusul dengan adanya suara kegiatan pabrik.

Meskipun teori ini memiliki kemungkinan, namun masih ada beberapa kemungkinan yang lain. Fenomena ini juga disamakan dengan fenomena terestrial.

Baca juga: Fenomena Komet Atlas, Komet Paling Terang yang Dapat Dilihat dari Bumi

Fenomena The Hum ini lebih dikaitkan dengan suara yang memiliki frekuensi rendah. Namun frekuensi ini terjadi berulang kali. Sebagai contoh untuk menguatkan teori ini adalah sejarah hewan yang memprediksi akan terjadinya gempa.

Tingkah hewan ini terdokumentasi dengan baik. Dengan menggunakan frekuensi, hewan tersebut bertindak seolah menyelamatkan dirinya.

Teori yang satu ini juga cukup mengejutkan. Mengingat kemungkinannya cukup besar. Meskipun begitu, para peneliti tidak mengesampingkan teori-teori yang lain.

Baca juga: Fenomena Langit Selama Februari 2020, Sayang Jika Dilewatkan

Sebab, beberapa teori sebelumnya memiliki hipotesis yang kuat. Fenomena ini juga telah dikaitkan dengan perspektif lain yang lebih berbeda. Seperti perspektif dari segi evolusi.

Terdapat nilai yang berkaitan dengan bertahan hidup. Kemudian dikaitkan dengan adanya beberapa jenis anggota populasi yang memiliki tingkat sensitifitas.

Getaran yang muncul membuat manusia lebih sensitif dari sebelumnya. Sehingga bisa dikatakan bahwa manusia memiliki mekanisme fisiologis yang hampir sama.

Fenomena The Hum ini sampai sekarang masih dalam penelitian yang lebih detail. Diharapkan muncul teori yang logis dan benar adanya. Sehingga suara aneh dari langit seperti gemuruh tidak membuat penasaran. Begitupun dengan beberapa teori sebelumnya yang belum bisa diyakini kebenarannya. (R10/HR Online)