Gajah Terkecil di Dunia Bernama Macroscelides Micus

Gajah Terkecil di Dunia Bernama Macroscelides Micus

Berita Sains, (harapanrakyat.com).- Gajah terkecil di dunia bernama macroscelides micus. Sejatinya, gajah adalah hewan berbadan besar yang keberadaannya lebih makmur dari makhluk hidup lainnya.

Gajah sendiri memiliki anggota tubuh yang terbilang lebih besar dari hewan lainnya. Namun bagaimana jadinya bila ada spesies gajah terkecil di dunia. Gajah ini memiliki keunikan tersendiri dan ciri khas yang unik dari gajah lainnya.

Dinobatkan sebagai Spesies Terkecil dalam Keluarga Gajah

Spesies ini bernama Macroscelides Micus. Spesies ini merupakan gajah dengan predikat gajah terkecil di keluarga Gajah.

Gajah inipun dinobatkan sebagai gajah paling kecil di dunia dimana keberadaannya hanya beberapa ekor di belahan dunia.

Macroscelides Micus ini memiliki keunikan, selain bertubuh mungil nan kecil, juga memiliki wajah layaknya tikus karena bentuknya yang nyaris mirip.

Macroscelides Micus memiliki panjang tubuh dengan rentang ukuran 9-22 cm dengan berat tubuh sebesar kira-kira 30 hingga 280 gram.

Biasanya, Macroscelides Micus banyak mendiami wilayah seperti hutan dengan rentan paling besar yaitu  panjang 23-31cm dengan berat badan maksimal yaitu 700 gram.

Penduduk Asli Benua Afrika

Gajah terkecil di dunia bernama Macroscelides Micus ini merupakan spesies asli dari Benua Afrika, khususnya Afrika bagian Timur dan suka migrasi.

Migrasi yang dimaksud, biasanya betina yang telah memproduksi Macroscelides Micus ini, maka hasil peranakannya akan berimigrasi ke hutan-hutan lain yang belum dijangkau.

Selain itu, Macroscelides Micus ini akan bertahan di wilayah gurun berpasir, semak belukar, celah-celah kosong hingga hutan belantara.

Para Gajah mungil ini juga akan bertahan hidup dengan cara memproduksi hewan-hewan mungil pula seperti cacing, serangga, laba-laba dan hewan interbrata lainnya.

Sistem Reproduksi

Macroscelides Micus ini tergolong hewan dengan sistem reproduksi cepat. Sehingga tingkat kepunahan dari gajah mungil ini tergolong rendah.

Hal ini disebabkan dari tempat tinggal yang sudah mendukung untuk berkembangbiak satu sama lain.

Masa kehamilan dari betina Macroscelides Micus berkisar antara 45 hingga 65 hari, tergantung kondisi fisik masing-masing betina.

Untuk satu kali bersalin, biasanya betina ini akan menghasilkan hingga tiga bayi Macroscelides Micus. Sedangkan dalam setahun, gajah mungil ini akan melakukan persalinan sebanyak beberapa kali.

Setelah melakukan persalinan, para ekor gajah mungil yang baru ini akan bermigrasi dari tempat asalnya. Biasanya Macroscelides Micus ini tidak akan jauh-jauh untuk mencari tempat baru.

Karena yang dibutuhkan adalah tempat sesuai dengan iklim tubuhnya. Biasanya mereka akan bermigrasi dalam rentan usia 21 tahun.

Menarik bukan, ternyata ada gajah terkecil di dunia yang mungkin belum pernah Anda dengar sebelumnya. Padahal, meski tergolong langka, beberapa diantaranya sudah ada sejak dahulu. (Deni/R4/HR-Online)

Loading...