Sabtu, Agustus 20, 2022
BerandaBerita BanjarGegara Corona, Ratusan Pemudik Banjiri Kota Banjar

Gegara Corona, Ratusan Pemudik Banjiri Kota Banjar

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Alih-alih memutus rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19 dari luar daerah, ratusan pemudik justru memilih pulang kampung ke Kota Banjar, Jawa Barat. Seperti halnya para pemudik dari desa Kujangsari, belum lama ini.

Kepala Desa Kujangsari, Ahmad Mujahid mengatakan, ada sekitar 234 warga yang baru pulang dari luar kota. Bahkan saat ini juga sudah masuk dalam pantauan tim gugus tugas Crisis Center Kota Banjar.

Menurutnya, mereka rata-rata pulang dari Kota Besar di wilayah ibu kota seperti Jakarta, Depok, Bogor dan Bekasi (Jabodetabek) yang mana masuk dalam daerah zona merah penyebaran virus Covid-19.

“Ya, memang banyak yang mudik. Per hari Kamis ada 196 pemudik tapi kemarin (Jum’at) ada penambahan 38 orang, jadi jumlahnya menjadi 234 orang. Mereka sudah masuk pantauan,” kata Mujahid saat dikonfirmasi HR Online via telepon, Sabtu (4/4/2020).

Hal senada juga dikatakan Kepala Desa Mulyasari, Wawan Gunawan melalui salah seorang perangkatnya, Kandar, ia mengatakan sampai saat ini data warga yang mudik di desa Mulyasari ada sekitar 63 orang. Pemudik kebanyakan datang dari wilayah Jabodetabek.

“Kebanyakan dari Jabodetabek, selebihnya dari Bandung, Surabaya, Yogyakarta Denpasar dan Bali semua sedang dalam pemantauan,” katanya.

Protokol Pemudik Kota Banjar yang Pulang Kampung

Menanggapi hal itu Juru bicara Tim Crisis center Kota Banjar, Tomy Subagja menegaskan, warga Kota Banjar yang baru datang dari luar daerah atau pendatang luar daerah di Kota Banjar harus mengikuti protokol pencegahan Covid-19.

Prosedur itu di antaranya jika tidak ada keluhan atau sehat harus lapor ke pihak RT/RW di lingkungan setempat lewat WhatsApp, ataupun bisa saudaranya yang datang ke pihak RT/RW untuk lapor.

“Selain itu mereka harus berdiam diri di rumah selama 14 hari dan tidak perlu ke puskesmas,” katanya.

Namun, lanjut Tomy, apabila ditemukan gejala dengan keluhan seperti demam, batuk pilek, sakit tenggorokan dan sesak nafas, pihak keluarga bisa langsung menghubungi bidan desa sebagai tindakan tingkat pertama serta dikoordinasikan langsung dengan Puskesmas.

“Tiap warga wajib memiliki nomor telepon RT/RW dan setiap RT/RW juga wajib mempunyai nomor bidan desa, kepala desa, Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa untuk memudahkan koordinasi,” jelasnya.

Dikonfirmasi adanya bantuan pemerintah bagi warga yang menjalani isolasi, Tomy menambahkan, hal itu sedang dikoordinasikan, masih dalam proses pertimbangan.

“Sementara bantuan hanya untuk keluarga yang terdampak positif Covid-19. Kalau untuk yang ODP memang belum ada,” jelasnya.

Terpisah Kepala Bidang penanganan sosial Dinas Sosial P3A Kota Banjar, Hani Supartini mengatakan, untuk program bantuan bagi warga terdampak virus Covid19 saat ini tengah dilakukan pendataan atau validasi data.

“Kalau bantuan yang dari provinsi sekarang masih tahap pendataan untuk teknisnya menunggu koordinasi selanjutnya,” singkatnya. (Muhlisin/R7/HR-Online)