Gejala Baru Corona Lesi Keunguan Mirip Cacar pada Kaki

Gejala baru Corona lesi keunguan
Ilustrasi Gejala Baru Corona Lesi. Foto: Istimewa

Gejala baru Corona lesi keunguan kini banyak diperbincangkan. Pasalnya, lesi keunguan ini menjadi salah satu gejala baru yang dialami pasien.

Hal yang lebih mengejutkan adalah lesi keunguan ini terjadi pada anak-anak. Dalam sebuah penelitian, menyebutkan bahwa lesi kaki ini muncul pertama kali.

Sehingga sebelum gejala lain muncul, lesi keunguan ini sudah muncul terlebih dahulu. Jadi, kemungkinan besar lesi keunguan ini memang gejala awal seseorang terinfeksi Corona. Lesi kulit sendiri merupakan kondisi dimana jaringan kulit tidak normal.

Baca juga: Corona Merusak Otak dengan Berbagai Gejala, Benarkah?

Tidak normalnya jaringan kulit ini bisa dilihat dari permukaan kulit. Bahkan menyebar ke bawah permukaan kulit. Gejala yang tergolong baru ini perlu diwaspadai. Sebab, lesi keunguan seperti ini bisa terjadi kapan saja pada anak.

Gejala Baru Corona Lesi Keunguan yang Perlu Diwaspadai

Virus Corona kini semakin berkembang dengan memunculkan berbagai gejala baru. Sebelumnya gejala utama yang paling sering terjadi adalah batuk, demam, dan flu. Namun kini gejala tersebut berkembang menjadi munculnya lesi keunguan.

Temuan ini memang cukup mengejutkan. Sebab, lesi keunguan sendiri memang sering terjadi pada kulit. Kondisi abnormal pada kulit ini ternyata merupakan salah satu tanda terinfeksi Corona. Lesi keunguan ini tampak seperti campak.

Lesi keunguan yang terjadi pada kulit memiliki kemiripan dengan cacar air. Dalam kesehatan, cacar air ini dikenal sebagai Chilblains. Kemudian memiliki warna agak keunguan. Pernyataan ini didasarkan pada laporan IFL Science yang dipublikasi pada 17/4/2020.

Baca juga: Gejala Baru Corona Bintik Merah dengan Rasa Gatal yang Berlebihan

Gejala baru Corona lesi keunguan ini biasanya terjadi pada permukaan jari atau di sela-sela jari. Biasanya lesi keunguan ini akan hilang tanpa meninggalkan bekas sama sekali.

Meskipun begitu, lesi keunguan harus tetap diwaspadai. Dalam ilmu kesehatan sendiri, Chilblains ini dikenal sebagai peradangan di pembuluh darah kecil.

Ternyata gejala ini sudah menyebar di berbagai negara. Bahkan sudah banyak negara yang melaporkan gejala ini. Seperti Perancis, Italia, dan juga Spanyol.

Hal ini juga diungkapkan oleh Dewan Umum Perguruan Tinggi Podiatrist yang ada di Spanyol. Podiatris sendiri merupakan dokter yang ahli atau spesialis menangani masalah kaki. Para dokter spesialis ini terus melakukan penelitian mengenai lesi keunguan.

Para dokter juga memberikan himbauan terkait dengan kemunculan lesi keunguan ini. Bisa jadi bahwa gejala baru Corona lesi keunguan memang indikasi dari Corona.

Apabila salah satu dari anggota keluarga memiliki lesi kaki, maka sebaiknya diperiksakan. Hal ini untuk bertujuan untuk meminimalisir penyebaran virus Corona.

Gejala baru ini memang terlihat sederhana. Sama halnya dengan gejala utama yang hampir sama dengan demam biasa. Namun lesi keunguan ini masih dalam pantauan.

Tidak hanya Chilblains saja, tetapi juga beberapa gejala klinis lainnya. Seperti yang diketahui bahwa ada banyak gejala baru Corona yang bermunculan. Jika tidak dipantau, maka akan menimbulkan dampak yang lainnya.

Temuan Gejala Baru Corona Lesi Keunguan

Lesi keunguan yang diduga gejala Corona ini didasarkan pada salah satu laporan Federasi podiatris. Pada laporan tersebut terdapat salah satu pasien positif Corona yang berusia 13 tahun.

Pasien yang merupakan anak laki-laki tersebut memiliki lesi keunguan secara tiba-tiba. Hal yang cukup mengejutkan adalah ukuran lesi tersebut kurang lebih 5 sampai 15 milimeter.

Lesi keunguan ini diduga muncul pada bulan lalu pada bagian kaki. Selanjutnya, diikuti dengan beberapa gejala klinis lainnya.

Baca juga: Gejala Ringan Terinfeksi Virus Corona Menurut Penelitian Terbaru, Jangan Diabaikan!

Gejala yang selanjutnya juga mengindikasi bahwa anak tersebut terjangkit virus Corona. Gejala baru Corona lesi keunguan membuat sang anak merasa gatal. Disebutkan bahwa anak tersebut merasakan sensasi terbakar.

Dalam jangka waktu satu minggu, lesi keunguan tersebut sembuh. Anak tersebut juga tidak merasakan sensasi terbakar lagi. Para dokter mengungkapkan bahwa ada kemungkinan bahwa anak ini tertular oleh anggota keluarga. Sudah pasti bahwa anggota keluarga tersebut terbukti positif terpapar virus Corona.

Dewan Podiatris memberikan pendapat agar mempertimbangkan gejala ini. Sebab, lesi keunguan ini bisa berpotensi sebagai gejala Corona. Meskipun saat ini para dokter belum bisa memastikan lesi keunguan sebagai gejala Corona. Italia merupakan negara yang paling parah terdampak Corona.

Dilaporkan bahwa hanya ada satu pasien dari lima pasien yang mengalami masalah kulit. Mulai dari gatal-gatal hingga muncul kemerahan. Oleh karena itu, setiap kondisi yang kurang baik perlu diwaspadai.

Sebab, virus Corona bisa berkembang lebih jauh. Gejala baru Corona lesi keunguan ini termasuk salah satu kondisi dalam pengawasan. Isolasi mandiri di rumah benar-benar diperlukan. Kemudian segera menghubungi layanan medis jika terjadi keadaan darurat atau sejenisnya. (R10/HR-Online)