Jumat, Agustus 12, 2022
BerandaBerita PangandaranGugus Tugas Covid 19 Kabupaten Pangandaran Akan Dirikan Posko Sampai Tingkat Desa

Gugus Tugas Covid 19 Kabupaten Pangandaran Akan Dirikan Posko Sampai Tingkat Desa

Berita Pangandaran (harapanrakyat.com).- Untuk mempertahankan zona hijau, Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, akan segera mendirikan pos komando (Posko) sampai ke tingkat desa.

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan, hingga saat ini Kabupaten Pangandaran masih masuk kabupaten dengan kategori zona hijau. Karena sampai saat ini tidak ada satupun warga Pangandaran yang positif corona, dan itu harus kita pertahankan bersama.

“Secepatnya, kita akan bentuk Posko bersama di setiap kecamatan sampai ke tingkat desa, agar pemerintah bisa terus memantau dan mempertahankan Kabupaten Pangandaran sebagai zona hijau,” ujarnya Minggu (12/4/2020).

Kata Jeje, dengan pembentukan Posko Covid-19 di tiap kecamatan dan Desa ini, diharapkan bisa menjadi garda terdepan dalam penanganan dan pencegahan virus corona di Kabupaten Pangandaran.

‚ÄúPosko di tiap desa harus menjadi prioritas dalam penanganan covid 19 ini,” katanya.

Jeje menyebut, nantinya petugas Posko berkewajiban memantau kepulangan warga yang baru datang dari luar negeri atau luar kota, sehingga bisa terdata dan terpantau maksimal.

“Kerjasama pemerintah kabupaten sampai tingkat desa dengan baik diharapkan bisa mempertahankan zona hijau kita,” pungkasnya.

Petugas Posko Covid-19 Akan Pantau Isolasi Mandiri ODP

Sementara itu Sekertaris Daerah Kabupaten Pangandaran Kusdiana mengakui, jika Bupati Pangandaran ingin segera mendirikan posko pemantau covid-19 sampai ke tiap Desa.

“Seiring dengan akan diberlakukannya Pembatasan Social Bersekala Besar (PSBB) di beberapa daerah di Jawa Barat, dan dihawatirkan terjadi lonjakan pendatang ke wilayah Pangandaran, untuk itu maka posko itu memang harus segera berdiri,” ungkapnya.

Kata dia, jika ada masyarakat yang baru datang dari luar kota, nantinya tim yang tergabung di posko tersebut bakal memantau ODP tersebut agar tetap melakukan isolasi secara mandiri.

“Mereka juga harus mencatat, mendata dan melaporkan ke pemerintah desa, kecamatan lalu ke Puskesmas,” jelasnya.

Bupati Pangandaran lanjut Kusdiana, juga meminta agar aparat terus berpatroli dan membubarkan warga yang masih bergerombol di beberapa lokasi.

“Beliau minta apraat membubarkan kerumunan yang masih sering terjadi di beberapa lokasi, agar upaya penyebaran covid 19 dapat dijalaankan dan dipatuhi bersama,” pungkasnya. (Enceng/R8/HR Online)