Harga Naik, Petani Mentimun di Pangandaran Kini Bisa Tersenyum

Petani Mentimun di Pangandaran
Harto, petani mentimun dari Desa Pajaten, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, kini bisa tersenyum. Pasalnya, harga timun mengalami kenaikan. Foto : Entang SR/HR

Berita Pangandaran, (harapanraktar.com),- Para petani mentimun di Pangandaran kini dapat tersenyum. Pasalnya, harga mentimum atau bonteng di pasaran kini mengalami kenaikan.

Jika biasanya per kilogram dikisaran Rp 2.500 sampai Rp 3.000, namun saat ini harga terendah Rp 3.500 sampai Rp 5.000 per kilogramnya.

Menurut salah seorang petani mentimun Desa Pajaten, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Harto, kenaikan harga mentimun kali ini dipicu oleh tradisi jelang bulan puasa.

“Kenaikan tersebut tentunya kami sebagai petani mentimun sangat menyambut baik,” katanya kepada HR Online, Rabu (22/4/2020).

Harto menuturkan, bahwa sekarang ini dalam satu minggu bisa tiga kali memanen mentimun, yang ia tanam di areal tanah seluas 200 bata tersebut.

“Dalam satu kali memanen mentimun bisa mampu menghasilkan 70 sampai 90 kilogram, yang selanjutnya dijual ke pasar Pangandaran,” tuturnya.

Selain dijual ke pasar, Harto juga melayani pembeli eceran untuk para tetangga, bisa langsung memilih dan memetik sendiri di kebun.

Dikatakannya, dalam perhari saja selalu ada warga atau tetangga yang beli ke kebun paling rata-rata lebih dari 10 orang yang beli, atau setara dengan 10 kilo perhari.

Dengan waktu atau massa tanaman mentimun yang masih panjang itu, Harto berharap semoga harga mentimun bisa terus tetap stabil ke depannya. (Entang/R5/HR-Online)