Jumat, Agustus 12, 2022
BerandaBerita CiamisHoaks Tempat Karantina Covid-19 di Buniseuri Ciamis, Ini Penjelasan Camat

Hoaks Tempat Karantina Covid-19 di Buniseuri Ciamis, Ini Penjelasan Camat

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Hoaks tempat karantina Covid-19 di Buniseuri, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis menyebar melalui pesan WhatsApp beberapa hari terakhir. Banyak yang kemudian mengunggahnya lewat status WA.

Dalam unggahan di status WhatsApp salah seorang warga Kawali, Ciamis, terlihat foto tempat tidur berjejer dalam satu ruangan dengan alas karpet hijau.

Selain gambar terdapat caption yang menyebutkan, bagi para pemudik saat ‘munggahan’ menjelang bulan Ramadan atau lebaran, sudah disediakan sekolah SMP Buniseuri. Tempatnya di belakang Puskesmas sebagai tempat karantina selama 14 hari.

Selain itu, dalam caption gambar hoaks tersebut juga disebutkan, pemudik dilarang pulang dulu ke rumahnya.

“Nu bade marudik munggahan atanapi lebaran tos disadiakeun di sakolaan SMP Buniseuri, pengkeren puskesmas kanggo dikarantina heula 14 dinten, teu kenging ngabujeng ka bumi heula.” Begitu bunyi caption dari gambar hoaks tempat karantina Covid-19 di Cipaku Ciamis.

HR Online berusaha mengonfirmasi kabar adanya tempat karantina di Buniseuri kepada Camat Cipaku. Namun, Yayan, Camat Cipaku tersebut membantah di daerahnya disediakan tempat karantina.

“Sampai saat ini belum ada laporan atau rapat koordinasi terkait rencana SMPN di Cipaku akan dijadikan karantina lokal untuk pemudik yang datang dari luar kota, belum ada pembahasan apa-apa,” kata Yayan saat dihubungi HR Online, Sabtu (18/4/2020).

Yayan menegaskan kabar tersebut adalah kabar bohong atau hoaks. Dia pun mengimbau masyarakat agar tidak mempercayainya begitu saja.

“Itu mah hoaks, jangan percaya dulu, belum ada pembahasan apa-apa di level pemerintahan terkait berita itu, jadi hal yang tidak perlu dipercaya,” tegasnya.

Menurut Yayan, segala kebijakan terkait penanganan Covid-19 selalu dibahas dalam rapat kordinasi di tingkat kabupaten.

“Segala sesuatu hal yang begitu, pasti akan dibahas di rakor Kabupaten dan sampai saat ini belum ada perintah dan instruksi,” lanjutnya.

Namun, Yayan membenarkan para pemudik yang pulang kampung wajib melaporkan diri ke Puskesmas.

“Kalau pemudik yang pulang kampung wajib melaporkan diri utk discreening di Puskesmas, itu baru bener,” katanya. (Edji/R7/HR-Online)