Imbas Corona, Pedagang Kecil di Kota Banjar Merana

pedagang kecil di Kota Banjar
Salah seorang pedagang kecil di Kecamatan Pataruman, Kota Banjar yang pendapatannya menurun imbas dari wabah Corona. Foto: Hendra/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Hampir semua sektor merasakan dampak dari wabah Covid-19. Tak terkecuali para pedagang, terlebih yang memiliki modal kecil atau kelas bawah.
Para pedagang kecil ini semakin tercekik dan merana, akibat pendapatan yang tiap harinya semakin menurun.

Seperti yang dirasakan oleh Ani Harnati (55), warga Pataruman, Kota Banjar, yang setiap hari menjual nasi uduk, soteng (Baso bonteng), gorengan dan kopi seduh.

Menurutnya, sebelum wabah Covid-19 menyebar, per hari bisa mendapat keuntungan cukup lumayan. Namun kali ini setelah ada Corona, pendapatannya malah menurun drastis.

“Sebelum Corona dengan modal sekitar Rp 200 ribu dalam seharinya bisa balik modal bahkan untung. Tapi sekarang malah sepi pembeli,” ungkapnya kepada HR Online, Senin (20/4/2020).

Terlebih, katanya, setelah ditemukannya pasien positif Corona di daerah Cikabuyutan Timur. Itu yang menjadikan dagangannya sepi pembeli, dan akhirnya imbas pada pendapatan.

“Sekarang cuma dapat Rp 60 ribu per harinya. Belum lagi pendapatan yang berkurang itu, nantinya dipotong buat beli bahan dagangan, beras, gas. Pusing pokoknya,” ucapnya.

Senada dikatakan Tini (38), warga Lemburbalong yang sehari-hari berjualan es seduh. Tini mengatakan, wabah Covid-19 juga berimbas pada pendapatan dari berdagangnya, yang setiap hari semakin menurun.

“Pusing saya mah, tiap harinya tidak ada keuntungan malah jadi nombok yang ada,” tukasnya.

Menurut Tini, biasanya pendapatan dari es seduh ini bisa menambah buat beli beras. “Namun sekarang boro-boro buat beli beras, sudah terjual 10 bungkus saja saya sudah senang,“ katanya.

Dudung (45), warga Gang Wirya Lemburbalong, yang setiap hari berdagang somay keliling, juga merasakan imbas dari wabah Covid-19.

Sebelumnya, Dudung biasa jualan dengan keliling kampung, dan menyisakan sedikit karena di jalan sudah diserbu pembeli. Sehingga saat mangkal di SD Hegarsari 3 Pataruman, jualannya cepat habis.

Akan tetapi, dengan tidak mengurangi atau menambah jumlah dagangannya, setelah wabah Covid-19 menjadi sepi. “Dagangan sih habis, namun tidak secepat sebelum wabah Corona,” kata Dudung. (HND/R5/HR-Online)