Selasa, Agustus 9, 2022
BerandaBerita BanjarImbas di Rumah Aja, Pedagang Kopi di Tamkot Banjar dalam 1 Malam...

Imbas di Rumah Aja, Pedagang Kopi di Tamkot Banjar dalam 1 Malam Cuma Laku 6 Gelas

Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Imbas kebijakan pengurangan aktivitas di ruang publik dan stay at home (di rumah aja), membuat omzet pelaku UMKM dan pedagang kecil di Kota Banjar, Jawa Barat, turun drastis.

Salah satunya dialami Aldi Priatno, pedagang kopi dan aneka makanan yang biasa mangkal di area Taman Lapang Bhakti Kota Banjar (Tamkot).

Aldi menuturkan, sudah hampir sebulan ini semenjak merebaknya virus Covid-19, omzet para pedagang terus menurun drastis. Tak hanya siang hari, tapi juga saat malam hari.

Bahkan, hampir sebagian pedagang di area Tamkot Banjar memilih untuk tidak berjualan karena sepinya pembeli.

“Kemarin saya libur setengah bulan dan sekarang baru buka lagi. Alhamdulillah, semalam laku 6 gelas kopi,” ungkapnya, kepada HR Online, Kamis (09/04/2020).

Biasanya, kata Aldi, saat hari normal apalagi ada keramaian, pendapatan yang diperoleh dari siang sampai malam bisa mencapai Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu.

Namun sekarang, mendapatkan sekitar Rp 50 ribu per hari saja dirinya sudah untung. Meski sepi, Aldi mengaku lebih memilih berjualan, mengingat kebutuhan hidup semakin tinggi, sedangkan perbekalan makin menipis.

“Mending jualan lagi soalnya kita juga sudah mulai habis perbekalan. Ya, itung-itung jaga lapak, soalnya kalau ngga dijaga kadang suka ada yang jahil,” ujar pria warga Cikabuyutan Timur, Kota Banjar ini.

Penurunan omzet tersebut juga dirasakan Iis Kartini, penjual kuliner lainnya. Menurutnya, penurunan omzet kali ini terbilang cukup parah, bahkan mencapai sekitar 70 persen dari pendapatan di waktu normal.

“Kalau situasinya normal, sampai malam itu bisa dapat uang satu juta lebih. Sekarang cuma pingin dapat 300 ribu rupiah aja susah, ngga bisa nutup buat kebutuhan,” ujar Iis.

Kedua pedagang tersebut berharap wabah pandemi virus Corona segera berakhir, sehingga warga bisa beraktivitas di ruang publik, dan omzet penjualan kembali ramai. (Muhlisin/R3/HR-Online)