Jumat, Agustus 19, 2022
BerandaBerita CiamisJelang PSBB di Bodebek Jabar, Penjagaan di Perbatasan Ciamis-Pangandaran Diperketat

Jelang PSBB di Bodebek Jabar, Penjagaan di Perbatasan Ciamis-Pangandaran Diperketat

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Penjagaan yang dilakukan petugas gabungan di perbatasan Ciamis-Pangandaran tepatnya antara Desa Ciulu, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis dan Desa Pasir Geulis, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran saat ini terus diperketat.

Menurut Dedy Mudyana, Camat Banjarsari, diperketatnya pengawasan di perbatasan saat ini seiring diberlakukannya PSBB di Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi, dan Kota Bekasi atau sering disebut wilayah Bodebek, Jawa Barat, Rabu (15/4/2020) besok.

“Diberlakukannya PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar di beberapa daerah di Jawa Barat, untuk itu penjagaan di perbatasan oleh pihak petugas gabungan saat ini diperketat,” kata Dedy, Selasa (14/4/2020).

Pemudik dari kota atau kabupaten yang diberlakukan PSBB dikawatirkan berbondong-bondong pulang ke kampung halamannya. Akibatnya bakal terjadi lonjakan pemudik saat PSBB diberlakukan di Bodebek Jabar.

“Pengawasan para pemudik tersebut bukan hanya di perbatasan dengan Pangandaran saja, akan tetapi juga ada Posko Covid-19 yang bertempat di perempatan Cikohkol,” katanya. 

Selain diperketatnya penjagaan di perbatasan Ciamis-Pangandaran terhadap para pemudik yang datang dari zona merah, petugas gabungan juga menghentikan setiap kendaraan yang melintas.

“Kali ini petugas tidak pandang bulu, siapapun pengendara yang melintas dan tidak menggunakan masker diharap untuk kembali ke rumahnya untuk menggunakan masker terlebih dulu dan atau membeli masker di tempat terdekat,” kata Dedy. 

Lanjut Dedy, hal tersebut dilakukan agar warga nantinya terbiasa saat bepergian dengan kendaraan dan selalu menggunakan masker.

“Terlebih lagi saat ini pemerintah telah mengeluarkan kebijakan penggunaan masker saat keluar rumah,” tandasnya.

Sementara itu, pengetatan di wilayah perbatasan juga dilakukan di Kabupaten Pangandaran. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan pemudik dari wilayah yang memberlakukan PSBB di Jawa Barat. (Entang/R7/HR-Online)