Jenis Tes Virus Corona di Indonesia, Seperti Apa Tingkat Keakuratannya?

jenis tes virus corona di Indonesia
Ilustrasi tes virus Corona. Foto: Ist/Net

Jenis tes virus Corona di Indonesia ada berbagai macam. Tes ini bertujuan untuk mendeteksi infeksi Covid-19 untuk masyarakat secara luas.

Langkah ini dipercaya menjadi salah satu kunci untuk menangani wabah virus Corona yang sudah menjangkiti ratusan negara, termasuk Indonesia hingga saat ini.

Pengujian ini sangat penting, sebab bisa membantu pelayanan kesehatan dalam menyiapkan berbagai macam perawatan yang dibutuhkan. Disamping itu, tes ini juga bisa menjadi pedoman untuk pembuat kebijakan terkait langkah apa yang harus dilakukan.

Sejumlah negara yang ada di dunia menanggapi pandemi virus Corona ini dengan berbagai macam cara. Salah satu cara yang diterapkan adalah melakukan tes penyakit Covid-19.

Jenis Tes Virus Corona

Berbagai macam jenis tes dilakukan untuk bisa mendeteksi apakah seseorang sudah terpapar virus Covid-19 atau tidak. Di negara Indonesia sendiri, paling tidak ada tiga tes virus Corona.

Baik tes yang sudah maupun yang direncanakan, akan digunakan pemerintah Indonesia. Diantaranya adalah PCR, Rapid test dan TV-TCM.

Agar anda memahami seperti apa tes tersebut dan seberapa akurat bila diterapkan, maka berikut ini adalah rincian dari masing-masing tes virus Corona.

Rapid Test

Sempat beberapa waktu yang lalu sebanyak ratusan ribu alat Rapid test didatangkan. Jenis tes virus Corona tersebut juga didistribusikan ke berbagai wilayah yang ada di Indonesia dari luar negeri.

Rapid test sendiri dilakukan dengan cara mengambil sampel atau contoh darah dari seseorang yang akan diuji.

Proses pengambilan sampel darah ini dilakukan dari darah kapiler. Selain itu, juga bisa dilakukan dari ujung jari. Selanjutnya sampel darah tersebut dilakukan pemeriksaan.

Jenis tes yang bernama Rapid test ini hanya membutuhkan waktu kurang lebih 10-15 menit saja sampai hasilnya keluar. Alat rapid test ini akan menguji antibodi SARS-COV-2, Immunoglobulin M (IgM), dan Immunoglobulin G (IgG) yang ada di dalam sampel darah.

Akan tetapi, jenis tes virus Corona yang satu ini memiliki kelemahan. Sebab dapat menghasilkan false negative atau kondisi ketika hasil tes terlihat negatif walau sebenarnya positif. Umumnya kondisi ini terjadi ketika dilakukan tes kurang dari 7 hari sesudah infeksi.

Polymerase Chain Reaction atau PCR

Selanjutnya, ada jenis pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk mendeteksi Covid-19. PCR akan menggunakan sampel lendir yang berasal dari tenggorokan atau hidung. Dua area ini dipilih sebab menjadi kawasan virus dalam menggandakan diri.

Akan tetapi, beberapa sampel dari cairan saluran pernapasan bawah atau sampel tinja juga dapat digunakan sebagai pilihan untuk melakukan tes ini. Bila virus aktif, maka akan mempunyai material gen yang dapat berupa DNA dan juga RNA.

Untuk virus Corona, material genetik ini adalah RNA. Material ini diamplifikasi dengan RT-PCR yang membuatnya bisa terdeteksi.

Berbeda dengan Rapid test, jenis tes virus Corona dengan PCR ini memerlukan waktu lebih lama agar anda bisa mendapatkan hasilnya. Sebab, tes ini akan melalui dua kali proses, yakni ekstraksi dan juga proses amplifikasi.

Tes Cepat Molekuler atau TCM

Sebelum wabah Covid-19 merebak, tes ini digunakan untuk mendiagnosis tuberkulosis (TB) berdasarkan pemeriksaan molekuler. Metode ini memanfaatkan dahak bersama amplifikasi asam nukleat yang basisnya cartridge.

SARS-CoV-2 ini akan diidentifikasi RNA dengan cartridge khusus. Hasil dari tes ini terbilang cepat. Sebab anda bisa mengetahui hasil tesnya hanya dalam waktu sekitar dua jam saja.

Seberapa Akurat Ketiga Tes Tersebut?

Jenis tes virus Corona yang dilakukan dengan diagnostik sampel atau swab dimana tes tersebut selanjutnya dianalisis di lab dengan Polymerase Chain Reaction (PCR), ini bisa dibilang sangat terpercaya dan dapat diandalkan.

Namun bukan berarti tes ini bisa mendeteksi setiap kasus virus Corona. Hasil tes pasien yang masih dalam tahap awal infeksi dengan kadar relatif bisa saja muncul dengan hasil negatif.

Sementara itu, pengambilan sampel juga penting. Bila sampel virus yang ada di belakang tenggorokan tidak diambil dengan jumlah yang memadai, maka nanti akan berpengaruh dan memberikan hasil negatif.

Di Indonesia sendiri, saat ini jenis tes virus Corona yang dilakukan adalah dengan Rapid test dan juga analisis PCR. Diharapkan dengan tes ini, bisa mengidentifikasi penderita Corona dan mencegah penyebarannya. (R10/HR-Online)