Sabtu, Agustus 20, 2022
BerandaBerita CiamisKomisi B DPRD Ciamis Lakukan Uji Petik Pasar Banjarsari

Komisi B DPRD Ciamis Lakukan Uji Petik Pasar Banjarsari

Berita Ciamis (harapanrakyat.com).-  Komisi B DPRD Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, melakukan kegiatan uji petik ke Pasar Banjarsari, Selasa (7/4/2020). Pantauan HR Online di lapangan, pimpinan beserta anggota komisi B DPRD Kabupaten Ciamis, mendatangi pasar Banjarsari dan mengecek kelangsungan kegiatan pasar selama wabah Corona terjadi.

Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Ciamis. H. Komar Hermawan mengatakan, pihaknya sengaja datang ke pasar Banjarsari dalam rangka uji petik pasar milik Pemda Ciamis tersebut selama kondisi wabah Corona.

“Kami ingin melihat nasib para pedagang pasar Banjarsari selama wabah Corona terjadi. Dari  hasil pantauan kami, alhamdulillah kondisi Pasar Banjarsari masih berjalan sesuai harapan, meski ada penurunan retribusi PAD,” ujarnya.

Kata dia, yang menjadi kekhawatiran  DPRD adalah vakumnya kegiatan transaksi jual beli di pasar tradisional, yang berimbas terhadap kelangsungan ekonomi di masyarakat.

“Tapi kami melihat transaksi di pasar Banjarsari masih berjalan normal hingga tidak berimbas terhadap kelangsungan perekonomian,” terangnya.

Kios Baru Pasar Banjarsari Harus Dikaji Lagi

Komar juga menyikapi terkait kondisi kios baru Pasar Banjarsari, yang masih terlihat kosong dan sepi dari pedagang.

Menurutnya, kondisi pasar yang baru ini memang perlu pemikiran lebih lagi. Mengingat kondisinya memang perlu ada upaya perbaikan dari sisi lokasi.

“Dari hasil wawancara kami dengan para pedagang, kondisi lokasi pasar Banjarsari yang baru ini memang perlu ada upaya yang serius demi menyelamatkan aset serta pendapatan,” katanya.

Pihaknya pun akan segera melakukan koordinasi dengan dinas terkait untuk meninjau ulang dan mengkaji serta melakukan aksi tegas dalam pembenahan kios baru tersebut.

Kata dia, jika dilihat dari kasat mata, lokasi pasar yang baru ini memang harus ada perombakan dari sisi pembangunan. Kondisi pasar yang baru ini jika di lihat dari luar itu seperti Gedung Olah Raga (GOR) jadi wajar jika kegiatan transaksi menjadi beku.

“Coba lihat sekeliling kios tertutup rapat, adapun pintu masuknya kecil dan nyaris tidak terlihat. Maka dari itu kami dari Komisi B akan segera melakukan koordinasi dengan dinas agar pasar baru Banjarsari ini segera di kaji ulang demi menyelamatkan anggaran yang sudah masuk,” jelas Komar Hermawan.

Sementara itu Kepala UPTD Pasar Banjarsari, Heliana Arief Soeratman mengakui, selama wabah covid-19 terjadi penurunan retribusi pasar.

“Penurunannya hingga lima persenan. Karena selama adanya corona banyak juga para pedagang yang meliburkan diri dari kegiatan jual beli nya,” ujarnya. (Suherman/R8/HR Online)