Jumat, Agustus 19, 2022
BerandaBerita PangandaranLawan Covid-19, Gugus Tugas Corona Desa Langkaplancar Pangandaran Keliling Dusun Semprotkan Disinfektan

Lawan Covid-19, Gugus Tugas Corona Desa Langkaplancar Pangandaran Keliling Dusun Semprotkan Disinfektan

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Perang lawan Covid-19 atau virus Corona terus berlangsung. Untuk menghentikan penyebaran virus mematikan itu, berbagai elemen melakukan penyemprotan disinfektan.

Seperti yang dilakukan Gugus Tugas pencegahan Covid-19 Desa Langkaplancar, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Sebagai bentuk melawan Covid-19, gugus tugas melakukan penyemprotan ke tiap-tiap dusun dan DKM di Desa Langkaplancar.

Kepala Desa Langkaplancar, Syarif Haerul Anwar mengatakan, untuk lawan Covid-19, pihaknya melakukan penyemprotan cairan disinfektan secara serentak di lima dusun yang ada di Desa Langkaplancar.

“Kami menyemprokan cairan disinfektan secara serentak di semua sarana umum, seperti gedung majis talim, gedung posyandu, pos ronda dan mesjid,” katanya kepada HR Online, Jum’at (3/4/2020).

Syarif menuturkan, ada 12 mesjid yang dilakukan penyemprotan. Pihaknya sengaja melakukan penyemprotan disinfektan sebelum jamaah melakukan shalat Jum’atan.

“Kami juga telah menyiapkan tempat cuci tangan di setiap masjid lengkap dengan sabun dan hand sanitizer,” tuturnya.

Sementara terkait dengan jumlah pemudik yang datang ke Desa Langkaplancar, Syarif mengungkapkan, bahwa di desanya itu sampai saat ini tercatat ada 131 orang pemudik, namun yang masuk ODP berjumlah 13 orang.

Pihaknya juga sudah memberikan imbauan kepada semua pemudik yang baru datang, agar mengisolasi diri selama 14 hari. Hal itu untuk mencegah mewabahnya virus Corona di wilayah Langkaplancar.

“Terlebih banyak dari mereka datang dari zona merah atau daerah yang dianggap terpapar,” ungkapnya.

Lebih lanjut Syarif mengatakan, ada dua titik jalan masuk yang biasa dilalui oleh para pemudik di Langkaplancar, yaitu Jayasari dan Bojongkondang. Namun, sampai saat ini belum dilakukan penjagaan.

“Harusnya ada penjagaan dari pihak polisi, Satpol PP dan dishub, agar pemudik yang masuk bisa langsung terdata,” ucapnya.

Syarif juga tidak melarang warganya untuk tidak mudik. Akan tetapi, demi kehati- hatian, pemudik harus tetap mentaati aturan.

“Dalam arti, pemudik harus mengisolasi diri terlebih dahulu,” pungkas. (Enceng/R5/HR-Online)