Misteri Aurora Merah, Terungkap Sudah Penjelasan Ilmiahnya

Misteri Aurora Merah
Misteri Aurora Merah. Foto: Istimewa

Kabar terkuaknya misteri Aurora merah saat ini sedang ramai diperbincangkan di seluruh dunia. Pasalnya, sebagai salah satu keindahan visual di dunia, Aurora memang selalu memiliki misterinya sendiri.

Bagi orang-orang yang tinggal di daerah dekat kutub, melihat Aurora tentu bukan merupakan hal yang aneh. Namun, bagi orang-orang yang tinggal di khatulistiwa, jelas Aurora sangat menarik perhatian.

Banyak orang yang beranggapan mistis tentang fenomena alam ini. Padahal, para peneliti sudah memberikan penjelasan ilmiah tentang hal tersebut.

Misteri Aurora Merah

Fenomena Aurora merah sempat menggemparkan publik dunia. Sebab, Aurora yang biasanya muncul di daerah kutub tiba-tiba diyakini oleh beberapa orang muncul di daerah Jepang.

Secara ilmiah, hal ini cukup sulit terjadi mengingat jarak Jepang dengan kutub memang terbilang cukup jauh. Namun, belakangan ini akhirnya misteri yang berusia 1.400 tahun tersebut akhirnya terpecahkan.

Penelitian yang baru selesai 31 Maret lalu ini membuktikan bahwa medan magnet kutub utara telah bergeser seiring berjalannya waktu. Oleh karena itu, Jepang memiliki lintang 33 derajat dimana memungkinkan terjadinya fenomena Aurora.

Sedangkan misteri Aurora merah yang berasal dari warnanya, ilmuwan Jepang juga sudah mengira bahwa hal tersebut berkaitan dengan molekul atom gas yang ada di atmosfer. Pada saat itu diduga molekul atom nitrogen sedang berada di atmosfer.

Pada akhirnya, Aurora yang terlihat tersebut berwarna merah. Penjelasan tentang Aurora merah tersebut telah menjelaskan bahwa tidak ada kaitan mistis dibalik munculnya fenomena ini.

Penjelasan Tentang Aurora

Aurora atau yang biasa disebut dengan cahaya kutub merupakan fenomena cahaya yang menyala-nyala terlihat di langit suatu tempat tertentu. Meskipun di langit, sebenarnya fenomena ini terjadi di lapisan ionosfer Bumi.

Cahaya yang timbul tersebut berasal dari gelombang magnet yang kemudian berinteraksi dengan medan magnetik dari matahari.

Cahaya yang muncul juga cukup beragam, biasanya lebih ke warna hijau atau biru, namun kini yang menjadi menarik adalah munculnya misteri Aurora merah.

Di Bumi, daerah kutub utara dan kutub selatan menjadi tempat paling mudah untuk melihat fenomena ini. Sebagai daerah kutub, tentu kutub selatan maupun utara memiliki daya magnetik yang kuat. Oleh karena itu, fenomena ini kerap terjadi di sana.

Di negara-negara Eropa yang dekat dengan kutub utara, Aurora muncul pada bulan September-Oktober atau Maret-April. Kerap muncul di arah utara, membuat Aurora sering disebut dengan nama Aurora Borealis.

Selain di negara dekat kutub utara, Aurora juga muncul di negara dekat kutub selatan seperti Selandia Baru. Kadang-kadang fenomena ini juga dapat dilihat di atas gunung tinggi di daerah beriklim tropis.

Proses Terjadinya Aurora

Baik Aurora biasa ataupun misteri Aurora merah pada dasarnya memiliki proses pembentukan yang tidak jauh berbeda. Fenomena ini dapat terjadi karena dua elemen penting.

Pertama adalah medan magnet Bumi dan kedua yaitu angin matahari. Angin matahari adalah partikel bermasa gas yang telah terionisasi. Gas yang umumnya tidak bermuatan menjadi bermuatan oleh suhu panas yang dimiliki oleh matahari.

Kemudian partikel atmosfer bagian kutub yang bermuatan tersebut akan berinteraksi dengan gas matahari yang juga bermuatan.

Bentuk dari interaksi kedua partikel bermuatan tersebut adalah eksitasi-relaksasi elektron yang kemudian memendarkan warna yang indah.

Warna Pancaran Auroa

Secara ilmiah, sebenarnya tiap-tiap warna yang dipancarkan oleh Aurora dapat berbeda-beda. Perbedaan yang terjadi tidak membawa suatu hal yang mistis sama sekali dan wajar terjadi. Begitu pula dengan misteri Aurora merah ini.

Warna pada Aurora dapat muncul dalam berbagai warna yang berbeda. Hal yang menjadi dasar munculnya warna yang berbeda tersebut berasal dari gas utama yang ada di atmosfer pada saat Aurora itu terbentuk.

Pada warna Aurora hijau, terbentuk dari gas pembentuk utama, mayoritasnya adalah oksigen. Jika dijumpai mayoritas gas banyak mengandung nitrogen, maka Aurora yang tampil akan menjadi berwarna biru muda.

Sedangkan warna yang cukup jarang berupa gabungan dua warna hijau dan kuning merupakan Aurora yang terjadi saat mayoritas gas di atmosfer adalah karbondioksida.

Secara ilmiah, gas nitrogen juga dapat membuat misteri Aurora merah ini dapat dibuktikan secara ilmiah. (R10/HR-Online)

Loading...