Senin, November 29, 2021
BerandaBerita TerbaruIndonesia Juga Berlomba Teliti Obat Infeksi Virus Corona

Indonesia Juga Berlomba Teliti Obat Infeksi Virus Corona

Penelitian terhadap obat infeksi virus Corona tak hanya dilakukan WHO bersama negara-negara yang terdampak virus menular ini. Indonesia juga berlomba mencari pengobatan terbaik untuk mengatasi pasien yang semakin banyak jumlahnya.

Pemerintah telah mengalokasikan anggaran tak kurang dari Rp.38 miliar untuk meneliti dan menemukan vaksin corona. Dana ini baru untuk tahap awal riset yang diperkirakan tak sebentar.

Sebuah konsorsium riset dan inovasi Covid-19 telah dibentuk oleh Kemenristek (Kementerian Riset dan Teknologi). Tugas utama konsorsium adalah untuk meneliti dan menemukan vaksin dan obat infeksi virus Corona.

Sebelumnya pemerintah Indonesia telah memutuskan akan menggunakan beberapa obat yang dinilai efektif dalam pengobatan virus Corona. Obat itu diantaranya Avigan dan Klorokuin.

Pemilihan obat inipun setelah adanya bukti beberapa negara yang berhasil menyembuhkan para pasien Coroa. “Obat ini sudah dicoba oleh beberapa negara dan memberikan kesembuhan,” kata Presiden Jokowi dalam pernyataannya resminya.

Pemerintah Akan Produksi Dua Obat Infeksi Virus Corona

Konsorsium yang dibentuk melibatkan berbagai lembaga dan instansi. Seperti LIPI, BPPT, LAPAN, BATAN, Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Lembaga non-kementerian dan kalangan kampus juga dilibatkan.

Baca juga: Turki Klaim Temukan Vaksin Covid-19, Diumumkan 23 April

Salah satu materi yang sedang diteliti adalah pil kina diharapkan dapat menjadi obat infeksi virus Corona. Pil kina mengandung klorokuin yang saat ini juga diteliti banyak negara lainnya untuk mengobati pasien Corona.

Pil kina yang selama ini digunakan sebagai obat malaria dibuat dari tanaman kina (Cinchona). Seperti dikutip dari Wikipedia, obat ini dibuat dari bagian kulit pohon yang kaya alkaloid, termasuk jenis kuinina.

Kuinina ini merupakan senyawa yang bersifat antipiretik (penawar demam), anti inflamasi, analgesik (penawar sakit), dan anti malaria. Pil kina juga dinilai efektif dalam mengobati penyakit malaria.

Sedangkan Kementerian BUMN juga menyatakan telah mengimpor bahan baku untuk pembuatan obat infeksi virus Corona. “Kita sudah membeli bahan baku dari India untuk membuat obat Oseltamivir,” kata Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga.

Obat untuk Corona ini, menurut Arya, sama seperti Chloroquine dan akan dibuat oleh perusahaan Bio Farma. Namun pihaknya juga telah mengimpor 1 ton bahan baku Chloroquine dari India agar bisa segera diracik untuk mengobati Corona.

Baca juga: Obat Virus Corona Gunakan Klorokuin dan Avigan, Efektifkah Tangani Covid-19?

Nantinya obat ini akan didistribusikan langsung ke berbagai rumah sakit rujukan penyakit Corona di seluruh Indonesia. “Karena tergolong obat berat, obat ini tidak akan dijual bebas,” tandasnya.

Universitas Airlangga Klaim Temukan Obat Infeksi Virus Corona

Sementara itu sebuah kabar gembira juga datang dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Mereka mengklaim telah berhasil menemukan 5 senyawa yang ampuh sebagai obat infeksi virus Corona.

Dalam keterangannya, Rektor Unair Mohammad Nasih menyebut temuan ini bahkan lebih baik dibandingkan Avigan maupun Chloroquine. Namun diakuinya temuan ini masih membutuhkan pengujian lebih lanjut.

“Hasil riset kami 5 senyawa ini memiliki ikatan yang lebih kuat daripada Chloroquine dalam mengobati Covid-19,” kata Nasih dalam pernyataan resminya.

Karena masih membutuhkan penelitian lebih lanjut, rencananya hasil temuan ini akan diumumkan melalui jurnal ilmiah. Gunanya, menurut dia, untuk mendapat masukan dari para ahli di seluruh dunia.

Baca juga: Vaksin Virus Corona yang Sedang Diuji Klinis di WHO, Apa Saja?

Setelah itu, para peneliti Unair akan melakukan pengujian secara langsung untuk melihat reaksi obat virus Corona ini. Proses tersebut setidaknya akan membutuhkan waktu setahun sebelum digunakan secara massal.

Seperti diketahui penelitian terhadap obat Corona tidak bisa dilakukan dengan cepat. Selain Corona termasuk virus baru yang belum diketahui karakteristiknya, pengobatan yang dilakukan juga tidak bisa dilakukan sembarangan.

Dengan terus bertambahnya jumlah pasien yang terinfeksi virus menular ini, usaha menemukan obat infeksi virus Corona perlu mendapat dukungan berbagai pihak. Sehingga penyakit ini akan bisa segera diatasi. (R9/HR-Online)

- Advertisment -

Berita Terbaru