Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Baru-baru ini beberapa pasien covid-19 telah dinyatakan sembuh. Mereka diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit umum daerah (RSUD) Kota Banjar, Jawa Barat.
Menyikapi hal tersebut, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Banjar dr. Fuad Hanif, mengatakan, warga masyarakat dan semua pihak harus saling memotivasi pasien yang telah sembuh. Jangan sampai ada kepanikan ataupun sikap diskriminasi.
Menurutnya, sebetulnya ketika seorang pasien positif covid-19 telah dinyatakan sembuh maka pasien tersebut sudah memiliki antibodi atau kekebalan terhadap virus.
Masyarakat tidak perlu memiliki rasa khawatir dan panik berlebihan. Pasien tersebut dapat menularkan virus karena pasien yang sembuh telah melewati dua kali tahap pemeriksaan yang dilakukan berturut-turut.
“Memang bisa saja pasien yang sudah sembuh terkena kembali. Namun dalam waktu 1×24 jam antibodi yang berada di dalam tubuh akan menghadang virus agar tidak berkembang. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” kata dr. Fuad saat dikonfirmasi HR Online via sambungan telepon, Senin (27/4/20).
Selain itu, lanjut dr. Fuad, diharapkan juga masyarakat jangan sampai memberikan sikap diskriminatif kepada para petugas medis. Ini penting saat mereka pulang ke rumah karena merasa khawatir tertular virus.
“Jangan takut karena mereka selalu menjaga kebersihan dan kesehatan saat pulang juga sudah harus dalam kondisi fit,” katanya.
Baca juga: Pasien Positif Corona Sembuh, Begini Resep Dari Tim Medis RSUD Banjar
Jaga Kesehatan
Selain motivasi, ia mengajak kepada warga masyarakat untuk meningkatkan imunitas. Caranya dengan mengkonsumsi makanan bergizi, menjaga pola makan selalu teratur, dan tidak berkerja terlalu berlebihan.
Selain itu, istirahat yang cukup, hindari kecemasan karena dapat menurunkan imunitas serta membiasakan diri berolahraga sambil berjemur.
“Terpenting jaga kesehatan dan tingkatkan imunitas dengan mengkonsumsi makanan secara teratur dan jangan lupa berolahraga,” pungkasnya. (Muhlisin/R6/HR-Online)





