Antisipasi Corona, Pemdes Jayasari Pangandaran Periksa Pendatang dari Luar Kota

Antisipasi Corona, Pemdes Jayasari Pangandaran Periksa Pendatang dari Luar Kota
Imbauan yang akan dipasang Pemdes Jayasari di perbatasan Pangandaran-Tasikmalaya. Foto: Enceng/HR

Berita Pangandaran (harapanrakyat.com).- Antisipasi Penyebaran virus corona, Pemdes Jayasari yang merupakan desa paling ujung di Kabupaten Pangandaran dan langsung berbatasan dengan wilayah Tasikmalaya memasang spanduk dan imbauan kepada masyarakat yang baru datang dari luar negri dan luar kota agar segera melapor ke pemerintah setempat.

Ketua Tim Tanggap Darurat Corona Desa Jayasari yang juga Kepala Desa Jayasari, Oban Sobandi, mengatakan, sebagai desa yang langsung berbatasan dengan Kabupaten Tasikmalaya, pihaknya terus meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran covid-19.

Upaya tersebut, kata Oban, salah satunya dengan memasang spanduk imbauan kepada orang yang baru masuk ke wilayah tersebut atau pun yang baru pulang dari kota agar segera melapor.

“Kita pasang di tiga titik, diperbatasan Desa Harumandala Jayasari, perbatasan Desa Pangkalan Jayasari dan di perbatasan Kabupaten Tasikmalaya,” paparnya, Selasa (31/3/2020).

Sementara itu, Ketua BPD Desa Jayasari yang juga sebagai Wakil Ketua Tanggap Darurat Covid 19, Elia Taufik Hidayat, mengatakan, sampai hari ini di Desa Jayasari sudah terdata sebanyak 77 orang yang baru datang dari perantauan.

“Puluhan orang tersebut sudah didata dan dilaporkan ke Puskesmas, dan 6 di antaranya sudah dilakukan rapid test,” katanya.

Untuk mempersempit penyebaran virus dari China ini, kata Elia, disiapkan petugas yang berjaga di posko dan memeriksa para pendatang. Selain itu, mereka dan barang bawaannya akan disemprot serta diberikan masker bila tidak memakai masker.

Selain di perbatasan, lanjutnya, tim juga melakukan upaya jemput bola dengan mendatangi tiap-tiap rumah agar mereka menjaga pola hidup sehat dan bersih, termasuk yang baru pulang merantau agar mengisolasi mandiri selama 14 hari.

”Kita melakukan ini sedini mungkin, karena banyak dari mereka yang baru datang dari kota yang masuk data zona merah. Hal ini dilakukan demi kenyamanan, keamanan, kewaspadaan dan untuk memutus rantai penyebaran virus corona di wilayah Desa Jayasari,” pungkasnya. (Enceng/Koran HR)

Loading...