Jumat, Agustus 12, 2022
BerandaBerita BanjarPemkot Banjar Telusuri Orang yang Pernah Kontak dengan Pasien Positif Corona

Pemkot Banjar Telusuri Orang yang Pernah Kontak dengan Pasien Positif Corona

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Wakil Walikota Banjar, Jawa Barat, Nana Suryana, mengatakan, setelah diketahui terdapat satu warganya dinyatakan positif tertular Covid-19 atau Virus Corona, pihaknya langsung melakukan penelusuran untuk mengetahui siapa saja orang yang pernah melakukan kontak langsung dengan pasien.

“Kami langsung bergerak melakukan tracking sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona,” katanya, saat menggelar konferensi pers, Rabu (01/04/2020).

Pihaknya pun, lanjut Nana, mengajak semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dan pemantauan, salah satunya dengan membentuk tim petugas pencegahan di tiap RT dan RW.

Selain itu Nana juga mengimbau kepada warga masyarakat untuk tetap di rumah serta mengikuti anjuran protokol pencegahan dari pemerintah.

“Semua harus bersinergi dan patuhi anjuran pemerintah. Apabila nanti ada yang masih berkeliaran akan kami tindak tegas,” imbaunya.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Walikota Banjar, Nana Suryana, mengumumkan salah satu warganya positif Corona di Kota Banjar, Rabu (1/4/2020).

“Saya Nana Suryana, Wakil Walikota Banjar pada hari ini Rabu 1 April 2020 menyampaikan kepada seluruh warga masyarakat kota Banjar bahwa per hari ini di kota Banjar ada satu pasien yang postif Corona,” kata Nana.

Menurut Nana, pasien yang dinyatakan positif corona tersebut ternyata bukan ODP (Orang Dalam Pemantauan) atau PDP (Pasien Dalam Pengawasan). Bukan juga seorang pemudik.

“Pasien pria usia 16 tahun, bukan pemudik,” kata Nana.

Sementara itu, sumber HR Online menyebutkan, pasien mengaku tidak pernah ke luar kota. Namun kepada dokter yang memeriksanya, dia menjelaskan ketika libur sekolah dirinya sempat bermain ke rumah temannya di wilayah kelurahan Hegarsari.

Sepulang dari bermain ke rumah temannya itulah, dia diserang batuk. Dokter yang memeriksanya kemudian melakukan isolasi pada pasien. Sejak awal, pasien sudah menunjukkan gejala terjangkit virus Corona. (Muslihin/R2/HR-Online)