Selasa, Juli 5, 2022
BerandaBerita TerbaruPenularan Corona Melalui Kentut, Benarkah Bisa Terjadi?

Penularan Corona Melalui Kentut, Benarkah Bisa Terjadi?

Penularan Corona melalui kentut menjadi salah satu penemuan baru dari dokter Australia. Andy Tagg merupakan salah satu dokter dari Australia yang memberikan pernyataan kontroversial.

Salah satu penularan virus Corona jenis baru bisa lewat kentut. Hal ini cukup mengejutkan dunia kesehatan. Pasalnya, pernyataan ini menjadi salah satu referensi baru mengenai virus Corona.

Pernyataan Andy Tagg menjadi hal yang perlu dibuktikan kebenarannya. Benarkah virus Corona dapat menular lewat kentut?

Asumsi Penularan Corona Melalui Kentut

Dunia memang sedang digemparkan dengan adanya virus Corona. Hingga saat ini banyak pendapat mengenai virus Corona. Para ilmuwan juga melakukan penelitian lebih lanjut mengenai virus Corona.

Kali ini terdapat pendapat yang cukup mengejutkan mengenai virus Corona. Andy Tagg merupakan dokter Australia yang melakukan penelitian terhadap virus Corona. Dikatakan bahwa penularan virus Corona lewat kentut memang kemungkinan terjadi.

Dalam penelitiannya, terdapat 55 persen pasien memang memiliki virus Corona pada fesesnya. Dari penelitian ini, membuktikan bahwa virus Corona memang terdapat di bagian feses.

Kemudian penelitiannya berlanjut ke beberapa hipotesis lainnya. Seperti kemungkinan penularan Corona melalui kentut.

Kentut merupakan gas yang mengeluarkan serbuk kotoran dalam jarak panjang. Dokter asal Australia ini mengungkapkan bahwa virus Corona dapat tersebar melalui tekanan gas.

Dari penelitian kali ini, banyak orang yang merasa khawatir. Sebab, siapapun dapat mengeluarkan kentut dimana saja dan kapan saja.

Sehingga membuat penularan Corona bisa lebih mudah. Pusat Kontrol dan Pencegahan di China memberikan pengarahan untuk memakai celana.

Hal ini bertujuan untuk meminimalisir penularan Corona melalui kentut. Meskipun begitu, WHO juga melakukan penelitian mengenai penyebaran virus Corona.

WHO menyebutkan bahwa resiko terinfeksi Corona dari feses cukup rendah. Penelitian yang dilakukan WHO ini didasarkan pada beberapa kasus virus Corona.

Penularan Corona lewat kentut tidak menjadi media utama. Sebab, media utamanya adalah sebuah interaksi dan perantara yang lain.

WHO juga memberikan beberapa pendapat lain mengenai penyebaran Corona. Seperti himbauan untuk mencuci tangan setelah menggunakan kamar mandi.

Perlu diwaspadai bahwa penyebaran virus Corona semakin berkembang. Hal ini membuat virus Corona semakin mengkhawatirkan.

Meskipun tidak bertahan di udara, namun virus Corona juga memiliki kemungkinan untuk dihirup. Sehingga akan bersarang di bagian hidung dan dapat memperburuk pernapasan.

Penularan Corona Melalui Kentut Menurut WHO

Badan Kesehatan Dunia atau WHO menyebutkan bahwa penyebaran virus Corona kini semakin mudah. Salah satu media penyebaran yang lebih beresiko adalah percikan air liur.

Percikan ini dihasilkan saat batuk dan bersin. Kemudian percikan air liur tersebut akan menempel pada suatu objek yang ada di dekat seseorang.

WHO memberikan penegasan bahwa penyebaran Corona tidak bisa bertahan di udara. Kentut memang dapat menyebarkan virus Corona meski kemungkinan resikonya rendah.

Bahkan jika seseorang berada di dekat orang yang positif Corona dan kentut, hal yang memungkinkan anda tertular adalah melakukan kontak fisik dan juga terkena droplet atau air liur. Tidak lupa dengan beberapa interaksi yang dilakukan oleh orang yang positif Corona.

Penularan Corona melalui kentut ini juga perlu diwaspadai. Sebab, virus Corona selalu berkembang setiap saat. Beberapa dokter juga memberikan pendapatnya mengenai penyebaran virus Corona.

Seperti Dokter Norman Swan yang menghimbau agar menggunakan celana. Sebab, penggunaan celana dapat mengurangi penyebaran virus Corona dari kentut. Penularan pandemi Corona melalui kentut dinilai lebih kecil.

Sebab, pakaian sudah cukup menghalangi penyebarannya. Hal ini juga memperkuat himbauan untuk menggunakan masker. Kain dapat menghambat penyebaran virus Corona agar tidak terpapar pada kulit.

Kentut bisa dikeluarkan kapan saja dan dimana saja. Penyebaran yang sangat mudah bisa saja membuat banyak orang beresiko. Meskipun resikonya kecil, namun hal penggunaan celana dan masker juga perlu diperhatikan.

Penularan Corona melalui kentut hingga kini masih menjadi asumsi yang diteliti banyak ahli. Kemungkinan kecil atau besar juga berpengaruh bagi banyak orang. Hal yang terpenting adalah physical distancing. Sebab, ada banyak hal yang belum diketahui mengenai virus Corona dan cara penyebarannya. (R10/HR Online)