Sabtu, Agustus 20, 2022
BerandaBerita CiamisPuluhan Job Dibatalkan Gegara Corona, Musisi Panggung Hajatan di Ciamis Merugi

Puluhan Job Dibatalkan Gegara Corona, Musisi Panggung Hajatan di Ciamis Merugi

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),– Nasib sedih saat ini tengah dirasakan oleh para musisi panggung hajatan di Ciamis. Begitupun dengan penjual jasa sound system dan juru rias pengantin.

Di tengah mewabahnya Corona, banyak job mereka yang dibatalkan. Alhasil, mereka menderita kerugian dan kehilangan mata pencahariannya.

Faizal Alfis misalnya, saat dihubungi HR Online, Jumat (10/04/2020), warga Desa/Kecamatan Pamarican ini mengaku sedih dan rugi. Pasalnya, banyak job yang terpaksa harus dibatalkan.

“Jelas kami selaku penjual jasa soundsystem dan balandongan serta musik hiburan merasa sedih, akibat adanya wabah Corona banyak job saya yang dibatalkan” terangnya.

Dikatakan Faizal, sejak mewabahnya Corona, dirinya harus kehilangan puluhan panggung yang menjadi sumber pendapatannya.

“Untuk bulan April saja sudah ada 17 panggungan yang dibatalkan. Jika dihitung nominal omset, nilainya mungkin seratusan juta lebih, karena kebanyakan untuk job satu panggungan itu kita sistem paket komplit antara balandongan, rias pengantin serta hiburan. Rata rata untuk paket itu taripnya 11 jutaan. Jika hanya hiburan dangdut saja itu taripnya 6,5 jutaan,” terangnya.

Harapan Faizal sekarang adalah job pada bulan Mei yang masih belum dibatalkan. “Mudah-mudahan Corona akan segera hilang dan kami kembali bisa mengais rejeki,” terangnya.

Hal senada dikatakan Yono Mustofa, Manejer Yoneta Group asal Desa Kertahayu, Kecamatan Pamarican ini mengaku sejak wabah Corona ada 8 job yang sudah dibatalkan.

“Sama saja, semua panggungan di bulan April dibatalkan karena situasi seperti ini. Bukan hanya nasib kami yang mengalami keterpurukan. Para musisi serta artis juga kini nasibnya sama. Terpuruk tidak ada job yang bisa dikerjakan” ungkapnya.

Dihubungi terpisah, Deni, salah seorang musisi panggung hajatan di Ciamis, tepatnya di wilayah Pamarican ini juga mengaku lemas akibat banyak job yang dibatalkan.

“Sudah ada 15 panggungan yang dibatalkan selama ini. Sedih sih karena saya jadi kehilangan pemasukan. Mudah-mudahan Coronanya cepat selesai lah. Karena jika wabah ini masih merebak, bagaimana nasib saya yang mengandalkan pekerjaan sebagai musisi,” tandasnya. (Suherman/R7/HR-Online)