Minggu, Agustus 14, 2022
BerandaBerita JabarTenaga Medis Rawat Pasien Covid-19 di Jabar Disediakan Hotel untuk Tinggal Sementara

Tenaga Medis Rawat Pasien Covid-19 di Jabar Disediakan Hotel untuk Tinggal Sementara

Berita Jabar, (harapanrakyat.com),– Tenaga medis di Jabar (Jawa Barat) yang merawat pasien Covid-19 disediakan hotel untuk menginap sementara.

Sejumlah tenaga medis seperti dokter, perawat, dan kru rumah sakit yang terlibat dalam penanganan pasien Covid-19 bahkan sudah menginap di Hotel Prama Grand Preanger Bandung dari minggu lalu.

Seperti tenaga medis dari RS Hasan Sadikin Bandung yang telah tinggal di hotel bintang lima tersebut sebanyak 73 orang. Rinciannya perawat 20 orang, dokter 2 orang, supir 3 orang, cleaning service 2 orang, dan bagian administrasi 4 orang.

Mereka menempati 23 kamar yang ada di Hotel Prama Grand Preanger Bandung. Total 200 kamar yang sudah disediakan untuk tempat tinggal sementara para tenaga medis di Jabar tersebut.

Ridwan Kamil, Gubernur Jabar bersama ketua Jabar Bergerak, Atalia Praratya, mengunjugi  para tenaga medis tersebut untuk memberikan motivasi.

“Kami terus memberikan dukungan moral kepada para tenaga medis. Kami pun terus mencari APD (alat pelindung diri) ke sejumlah negara untuk memenuhi kebutuhan pengamanan bagi para medis,” ujar Emil, sapaan akrabnya, Selasa (7/4/2020).

Emil juga menyempatkan melakukan pemeriksaan ke beberapa kamar yang sudah ditempati para medis sejak seminggu lalu.

“Jadi Pemprov Jabar sejak seminggu lalu sudah memfasilitasi para tenaga medis, termasuk dokter dan perawat untuk tinggal di hotel bintang lima. Saya sekarang mengeceknya, bukan sekedar persiapan lagi,” katanya.

Pemprov Jabar tengah berusaha memaksimalkan hotel di Bandung Raya untuk memfasilitasi tenaga medis yang merawat pasien Covid-19 agar bisa tinggal sementara di hotel apabila kesulitan pulang ke rumah.

Selain menginap, para tenaga medis juga bisa memanfaatkan seluruh fasilitas yang ada di hotel yang disediakan untuk mereka.

“Banyak sekali hotel di Bandung Raya, kami ingin memaksimalkannya untuk para tenaga medis. Kami pun sedang menjajaki Hotel Banana Inn di Setiabudi, agar para tenaga medis yang kesulitan pulang dan ingin fokus bekerja bisa merasa nyaman,” ungkap Emil.

Emil mengatakan para tenaga medis perlu diberi perhatian secara maksimal, pasalnya mereka adalah garda terdepan dalam menangani wabah Covid-19.

“Kami pun sebagai pengambil keputusan tengah memberikan perawatan, intensifikasi pengetesan Covid-19, memberi edukasi tentag physical distancing dan mudik, itu kami akui paling sulit, serta urusan logisktik juga jadi perhatian kami,” katanya.

Tenaga Medis di Jabar Terbantu dengan Fasilitas Hotel untuk Menginap Sementara

Sementara itu, Ali Sardjono, salah seorang tenaga medis yang menginap di hotel bintang lima, mengaku terbantu dengan fasilitas yang diberikan oleh Pemerintah.

Ali sebelumnya sudah dites Covid-19, hasilnya dia dinyatakan negatif. Namun dia mengaku khawatir jika pulang ke rumah dan bertemu keluarga dan tetangganya. Pasalnya dia telah merawat pasien positif Covid-19.

“Fasilitas yang diberikan sangat membantu, kita juga sudah memberi pelayanan maksimal, tapi selalu ada rasa khawatir dan was-was kalau pulang ke rumah apalagi ketemu keluarga. Dengan menginap di sini jadi lebih tenang, pelayanan pun bisa lebih maksimal. Meskipun tak bisa dipungkiri kita juga rindu keluarga,” katanya.

Ali bersama tenaga medis lainnya yang menikmati fasilitas menginap di Hotel Grand Prama Preanger adalah perawat dan dokter yang merawat pasien positif Covid-19 di ruang Kemuning RS Hasan Sadikin. Mereka terpaksa tidak pulang ke rumah, dan memilih menginap di Hotel untuk sementara waktu.

“Saya masuk dari tanggal 5 April, bisa sampai bulan Mei di sini. Saya sudah merawat pasien Covid-19 sejak bulan Maret. Kita juga kerjanya sesuai jam dinas, hanya saja tidak pulang ke rumah, pulangnya ke sini,” ungkapnya.

Pria berusia 44 tahun ini berharap pemerintah mendukung tenaga medis yang bekerja dua kali lipat. Begitupun kepada masyarakat, Ali meminta agar tidak ada stigma jelek pada tenaga medis. Dia meminta masyarakat bisa menerima tenaga media di lingkungannya.

“Ada juga teman yang sampai dijauhi dan tidak diterima di tempat kosnya,” katanya.

Menurutnya, pemerintah harus mengedukasi masyarakat agar bisa menerima tenaga medis dan tidak menjauhinya.

“Kita itu bukannya membawa atau menularkan virus, kita bekerja agar orang-orang yang terinfeksi Covid-19 bisa sembuh. Kita bekerja sudah maksimal, masyarakat harus diam di rumah, sehingga yang sakit tidak bertambah, jadi ada kerja sama,” tandasnya. (Ndu/R7/HR-Online)