Minggu, Juni 26, 2022
BerandaBerita TerbaruTes Air Liur Deteksi Corona dalam Masa Pengembangan

Tes Air Liur Deteksi Corona dalam Masa Pengembangan

Tes air liur deteksi Corona kini sedang dikembangkan para ilmuwan. Pasalnya, belum ada teknologi yang menggunakan air liur sebagai bahan untuk mendeteksi virus ini.

Seperti yang diketahui bahwa kini ada banyak orang yang sudah terjangkit Corona. Bahkan sudah banyak pula orang yang meninggal dunia. Hal ini menjadi sangat memprihatinkan.

Terlebih lagi penyebaran yang semakin luas. Sehingga meningkatkan jumlah orang yang sudah terjangkit. Oleh karena itu, dibutuhkan pencegahan yang signifikan agar tidak semakin meningkat.

Pandemi ini juga membuat semua orang merasa khawatir dan takut. Hal ini dikarenakan virus ini tidak memberikan gejala yang begitu jelas.

Bahkan gejala yang ditimbulkan juga hampir sama dengan pilek atau flu biasa. Namun akhirnya virus ini dapat menyebabkan kematian.

Teknologi Tes Air Liur Deteksi Corona

Virus Corona merupakan salah satu virus yang menyerang saluran pernafasan. Hingga akhirnya menyebabkan kematian. Hampir semua negara telah terpapar virus ini. Meskipun awalnya virus ini hanya berada di negara China saja.

Hingga saat ini angka kematian akibat virus Corona semakin meningkat. Kemudian pasien di berbagai negara juga semakin meningkat. Hal ini membuat dunia semakin gempar. Bahkan sudah menerapkan berbagai kebijakan seperti lockdown.

Baca juga: Wujud Asli Virus Corona, dari Bentuk Mahkota Hingga Serupa Parasit

Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa gejala yang muncul hampir sama dengan pilek biasa. Sehingga belum bisa terdeteksi apakah orang tersebut terjangkit atau tidak. Hasil lab pun tidak bisa diketahui secara langsung sebab harus menunggu beberapa waktu.

Hal ini membuat penanganan kurang optimal. Oleh karena itu, para ilmuwan mulai mengembangkan teknologi baru. Teknologi tersebut adalah tes air liur deteksi Corona.

Seperti yang diketahui bahwa deteksi Corona bisa dilihat dari gejala yang ditimbulkan. Namun kali ini para ilmuwan ingin mengupayakan yang terbaik.

Teknologi ini sedang dirancang oleh peneliti CONVAT. Para peneliti tersebut tergabung dalam ICN2 atau Institut Catatan Nanoscience dan Nanoteknologi.

Teknologi yang dikembangkan adalah sebuah sensor laser. Sensor laser tersebut nantinya akan digunakan untuk mendeteksi Corona yang ada pada saliva. Terkadang penyakit bisa terdeteksi dari titik infeksi paling awal yaitu air liur.

Tes air liur deteksi Corona memang belum diluncurkan. Sebab, masih berada dalam tahap pengembangan. Para ilmuwan mengungkapkan bahwa teknologi ini menggunakan biosensor optik non-invasif.

Kemudian teknologi tersebut akan mengambil sebuah sampel Corona pada tubuh manusia. Kurang lebih sudah ada 6 biosensor yang telah diuji di laboratorium. Lalu biosensor tersebut akan digunakan pada teknologi ini.

Metode Tes Air Liur

Para peneliti memiliki target waktu sekitar satu tahun. Jangka waktu tersebut juga termasuk yang paling lambat. Hal ini dikarenakan sebuah teknologi juga membutuhkan adaptasi dan pengujian.

Baca juga: Masa Inkubasi Virus Corona di Dalam Tubuh, Berapa Waktu yang Dibutuhkan?

Jika tidak diuji dengan benar, maka hasilnya juga kurang memuaskan. Sebelum muncul ide ini, metode sensor sudah digunakan untuk mendeteksi bakteri.

Lebih tepatnya adalah infeksi bakteri yang menyebabkan kanker. Teknologi ini nantinya akan menggunakan fotonik. Teknologi ini lebih dikenal dengan manipulasi cahaya.

Tes air liur deteksi Corona ini juga menggunakan metode tersebut. Sehingga memiliki kemampuan untuk mendeteksi virus kecil yang terdapat pada tubuh manusia.

Para peneliti masih mengembangkan teknologi ini agar lebih handal dan akurat. Diagnosis yang diberikan juga harus real time. Kemudian hasil yang akurat dan terpercaya meski sampel konsentrasi rendah.

Sehingga membuat teknologi ini lebih unggul dibandingkan dengan Rapid-test. Terlebih lagi, alat yang akurat dan cepat sangat dibutuhkan di tengah pandemi seperti ini.

Mengingat jumlah kematian sudah mencapai angka ribuan. Jika tidak memiliki alat yang canggih dan teruji, maka kemungkinan besar akan semakin sulit mendeteksi.

Para peneliti juga mengungkapkan bahwa teknologi tes air liur deteksi Corona ini akan diintegrasikan dengan seluruh instrumen.

Baca juga: Kelemahan Virus Corona, Mulai dari Suhu Panas Hingga Peran Antibodi

Detektor yang digunakan juga memerlukan keahlian teknis. Tujuannya adalah agar bisa digunakan dengan mudah dan secara luas.

Kemudian terdapat nanosensor yang sudah terbukti dapat mendeteksi untaian RNA. Sehingga nantinya akan mempermudah deteksi virus Corona yang baru.

Diharapkan teknologi tes air liur deteksi Corona ini bisa segera diluncurkan dengan kemampuan yang handal. Agar bisa digunakan secepatnya dan membantu para tenaga medis dalam menangani Corona. (R10/HR-Online)

- Advertisment -