Jumat, Januari 28, 2022
BerandaBerita CiamisTower BTS di Desa Ciulu Ciamis Disegel Warga

Tower BTS di Desa Ciulu Ciamis Disegel Warga

Berita Ciamis (harapanrakyat.com).- Warga sekitar bangunan tower BTS  dekat kantor Desa Ciulu, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, geger adanya pemasangan spanduk bertuliskan warga menolak perpanjangan tower BTS yang selama ini telah berdiri.

Kepala Desa Ciulu Ramli Mahmud ketika di emui HR Online Rabu (29/04/2020) membenarkan adanya aksi penyegelan tower terebut.

“Ya pemasangan spanduk itu sudah terjadi selama satu mingguan. Namun kami juga belum tahu siapa yang memasang spanduk itu,” ujarnya.

Dikatakan Ramli, tower BTS tersebut sudah berdiri sejak tahun 2009. Sempat beberapa kali terjadi perpindahan provider, bahkan bangunan tower tersebut pun pernah dikosongkan selama tiga tahunan.

“Kami juga tidak begitu mengerti terkait aturan tower, sehingga saat adanya aksi pemasangan spanduk kami belum bisa mengambil sikap lebih jauh,” katanya.

Dalam hal ini lanjut Ramli, sampai saat ini belum ada petugas dari provider yang datang ke kantor Desa Ciulu untuk melakukan koordinasi maupun tembusan terkait akan dilakukannya kembali pemasangan alat pemancar tersebut.

“Semuanya slonong boy saja tanpa ada upaya pendekatan kepada masyarakat maupun kami selaku pemerintahan desa,” terangnya.

Pemilik Lahan Tidak Tahu Tower BTS Akan Diaktifkan Lagi

Sementara itu, pemilik lahan yang di kontrak oleh PT Gametraco Tunggal (pemilik tower), Oja Antoni mengaku tidak tahu menahu soal akan diaktifkannya kembali pemancar BTS tersebut.

“Saya taunya kontrak lahan itu selesainya pada tahun 2024 nanti. Soal akan di aktifkan kembali saya juga tidak tahu, karena tidak ada petugas darimana pun yang datang ke saya, tak lepas dari itu saya juga kan tidak mempunyai kewenangan apa-apa, karena lahan nya kan masih dalam status kontrak,” terangnya.

Dikatakan Oja. selama ini dirinya hanya mengetahui adanya perpindahan provider sejak lahan miliknya dikontrak oleh PT Gametraco Tunggal. Selama terjadinya perpindahan provider, dirinya mengaku selalu tidak mengetahui siapa yang bertanggung jawab dalam kegiatan tersebut.

“Kalau dulu waktu masih oleh PT Gametraco Tunggal saya memang dilibatkan untuk menjaga dan merawat lingkungan tower. Bahkan dulu mah saya juga suka dikasih intensif sebesar 200 ribuan setiap bulannya. Nah ketika terjadi perpindahan provider, saya justru tidak dilibatkan bahkan tidak pernah tahu apalagi mendapatkan konfensasi bulanannya” katanya. (Suherman/R8/HR Online)

- Advertisment -