Kamis, Juni 30, 2022
BerandaBerita TerbaruUji Klinis Obat Covid-19 Remdesivir Memberikan Hasil Menggembirakan

Uji Klinis Obat Covid-19 Remdesivir Memberikan Hasil Menggembirakan

Hasil uji klinis obat Covid-19 akhirnya memberikan hasil sangat menggembirakan. Remdesivir yang diuji sebagai obat Corona terbukti memberikan kesembuhan hingga 90 persen.

Beberapa obat virus Corona lainnya yang juga tengah dikembangkan berbagai negara juga memperlihatkan hasil positif. Diantaranya Actemra yang sedang diuji coba di Inggris dikabarkan mampu menyembuhkan banyak pasien Corona.

Kabar gembira ini menyeruak di tengah pandemi Corona yang telah menelan banyak korban jiwa. Hampir semua negara mengalami wabah ini sehingga organisasi kesehatan dunia WHO menetapkannya sebagai pandemi dunia.

Untuk menemukan obat Covid-19 ternyata tidak mudah. Selain penelitiannya yang sangat lama, tahapan sebelum digunakan oleh manusia juga sangat berbelit. Proses ini bahkan bisa berlangsung hingga lebih dari setahun.

Baca juga: Obat Virus Corona Gunakan Klorokuin dan Avigan, Efektifkah Tangani Covid-19?

Khasiat Remdesivir sebagai Obat Covid-19

Keberhasilan uji klinis terhadap Remdesivir dikabarkan peneliti dari The University of Chicago Medicine. Dalam penelitian yang mendapat dukungan dana dari Gilead Sciences dan WHO itu keberhasilan obat ini sangat tinggi.

Remdesivir adalah obat yang dikembangkan untuk menyembuhkan penyakit ebola. Meski saat digunakan untuk mengatasi Ebola dahulu dianggap gagal namun obat antivirus ini justru memperlihatkan efektivitasnya dalam menyembuhkan pasien Corona.

Begitu juga dengan wabah SARS dan MERS yang disebabkan oleh virus dan pernah menimbulkan banyak korban juga ampuh diatasi dengan Remdesivir. Karena itulah para ahli berharap banyak dari obat Covid-19 ini.

Cara kerja Remdesivir terbilang unik. Obat ini akan justru menyasar enzim dalam tubuh pasien yang dijadikan semang bagi virus Corona. Dalam enzim ini pula Corona akan menduplikasi dirinya dan menyerang sel dalam tubuh.

Dalam uji klinis yang melibatkan 125 pasien yang telah terinfeksi virus Corona, sebanyak 113 orang dinyatakan sembuh dan hanya 2 orang yang meninggal. Kasus yang meninggal ini karena kondisinya yang sudah terlalu parah.

Menurut Dr Kathleen Mullane, ahli penyakit menular yang terlibat dalam penelitian itu, kondisi sebagian besar pasien sudah parah. “Namun dengan pengobatan hanya kurang dari seminggu mereka akhirnya sembuh,” katanya seperti dilansir Stat News.

Kabar gembira obat Covid-19 ini sontak disambut banyak kalangan. Bahkan pasar uang di Amerika ikut bergairah. Nilai saham Gilead Sciences yang menyokong dana untuk penelitian ini juga ikut terdongkrak.

China Juga Uji Klinis 3 Obat Covid-19

Sementara itu Pemerintah China juga tengah melakukan uji klinis terhadap tiga obat virus Corona. Pilihan terhadap ketiga vaksin ini karena dianggap yang paling berpotensi untuk mengatasi virus Corona.

Baca juga: Vaksin Virus Corona yang Sedang Diuji Klinis di WHO, Apa Saja?

Tiga obat Covid-19 yang akan diuji itu terdiri dari Adenovirus dan dua lainnya yang belum disebutkan. Vaksin Adenovirus diteliti oleh sebuah tim yang dikepalai oleh Chen Wei, seorang pakar epidemiologi militer Tiongkok.

Dari ketiga jenis obat virus Corona ini, Adenovirus bahkan telah memasuki uji klinis tahap 2. Bahkan WHO ikut gembira dan mengatakan bahwa Adenovirus termasuk obat Corona yang paling terdepan dalam uji klinis.

Cara kerja Adenovirus sebagai obat Covid-19 adalah dengan memanfaatkan virus lain yang sudah membawa atau memiliki materi gen protein dari virus Corona. Hal ini akan membuat tubuh pasien memproduksi memori imunologis dari protein tersebut.

Baca juga: Gejala Baru Corona Bintik Merah dengan Rasa Gatal yang Berlebihan

“Saat terjadi serangan virus corona, maka tubuh akan melakukan identifikasi lonjakan protein sehingga akan menghentikan invasi,” kata Chen seperti dikutip dari CNN.

Pada uji klinis tahap pertama yang melibatkan 108 sukarelawan memberikan hasil yang positif. Para sukarelawan ini dibagi dalam beberapa kelompok usia untuk melihat tingkat imunitas tubuhnya.

Sedangkan uji klinis tahap kedua yang akan dilakukan, batas usia itupun dihapus. Bahkan ada relawan berusia di atas 60 tahun yang selama ini dianggap rentan penyakit ini. Jika uji klinis obat Covid-19 ini berhasil maka bisa segera digunakan. (R9/HR-Online)

- Advertisment -