Sabtu, Agustus 13, 2022
BerandaBerita CiamisUlung (54), Tukang Pijat di Cipaku Ciamis Sepi Panggilan Akibat Terdampak Virus...

Ulung (54), Tukang Pijat di Cipaku Ciamis Sepi Panggilan Akibat Terdampak Virus Corona

Berita Ciamis (harapanrakyat.com),- Ulung (54), tukang pijat panggilan di Desa Ciakar, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mengeluh karena kini jarang ada panggilan mijat.

Sepinya panggilan untuk memijit dialaminya sejak pemerintah menetapkan darurat virus corona dengan menerapkan physical distancing dalam upaya memutus rantai penyebaran virus tersebut.

“Bekerja sebagai tukang pijat sekarang jadi jarang menerima panggilan. Pelanggan yang biasa dipijat satu bulan sekali saja, akhir-akhir ini tak pernah lagi memanggil saya,” tuturnya, kepada HR Online, Jum’at (10/04/2020).

Selama darurat corona, lanjut Ulung, dalam waktu satu hari paling hanya ada satu orang saja yang minta dipijat, itupun tetangganya, yang mana satu sama lain sudah mengetahui kondisinya.

Padahal, jauh sebelum ada istilah physical distancing, orang dari luar daerah pun kerap menggunakan jasanya.

Terkadang karena saking banyaknya yang minta dipijat, sehingga banyak pelanggannya yang harus lama menunggu.

“Dalam situasi darurat corona sekarang ini, untuk mendapatkan satu orang saja kadang menunggu adanya panggilan harus sampai larut malam,” kata Ulung.

Menurutnya, selama darurat corona memang berprofesi sebagai tukang pijat harus berhati-hati, terlebih kalau orang yang memanggilnya datang dari zona merah Covid-19.

Meskipun dirinya akan dibayar dua kali lipat, namun Ulung mengaku akan menolaknya. Karena, selama belum lewat 14 hari, lebih baik tidak meladeni panggilan karena takut adanya penyebaran virus.

“Siapa tahu orang yang minta dipijat membawa virus. Jujur, lebih baik mijat satu orang ketimbang setelah memijat dihantui rasa takut atau cemas. Sebab, kesehatan lebih berharga dari segalanya,” pungkas Ulung. (Dji/R3/HR-Online)