Rabu, Agustus 17, 2022
BerandaBerita BanjarUsaha Jasa Catering di Kota Banjar Terdampak Wabah Virus Corona

Usaha Jasa Catering di Kota Banjar Terdampak Wabah Virus Corona

Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Dengan adanya wabah virus corona, penyedia jasa catering, yakni “Fitri Catering” di Jalan Husein Kartasasmita, Kota Banjar, tepatnya di Lingkungan Bojong, RT 01 RW 01, Kelurahan Situbatu, Kecamatan/Kota Banjar, kini merasakan imbasnya.

Fitri, pemilik usaha Fitri Catering, mengaku, beberapa orderan yang diterimanya banyak yang dipending, bahkan ada juga yang sampai dibatalkan, setelah virus corona kian mewabah di Indonesia, sehingga pemerintah menerapkan social distancing bagi masyarakat untuk memutus mata rantai penyebarannya.

Seperti beberapa hari ke belakang, order yang diterima Fitri Catering untuk undangan 2.000 orang dalam resepsi pernikahan, dibatalkan dan akhirnya hanya 200 porsi untuk 200 undangan. Itupun disiasati menjadi nasi box.

“Otomatis pendapatan juga mengalami penurunan. Dengan adanya wabah virus corona sangat luar biasa terasa sekali imbasnya ke pengelola jasa catering,” kata Fitri, kepada Koran HR, saat ditemui di rumahnya, Selasa (31/03/2020).

Ia menyebutkan, dari delapan orderan catering untuk resepsi pernikahan yang rencananya digelar di sejumlah gedung, beberapa diantaranya dibatalkan, tapi ada juga yang ditunda.

“Ada juga yang tetap berjalan, tapi hanya menggelar acara pernikahan sangat sederhana, hanya dihadiri keluarga kedua belah pihak karena demi mematuhi peraturan pemerintah, dan catering juga bisa tetap berjalan,” ujarnya.

Dalam seuasana seperti sekarang ini, lanut Fitri, kini usaha catering-nya hanya menyewakan alat-alatnya saja. Kalau memang ada pemakai jasa menginginkan yang siap saji, pihaknya pun paling bisa dengan cara membuat nasi box sesuai pesanan.

“Mau bagaimana lagi, sementara upah karyawan harus dibayar, dan sebentar lagi menghadapi bulan Ramadhan dan Lebaran, kasihan karyawan kalau tersendat job dan order lesu. Saya sampai putar otak sapaya karyawan tetap bekerja mendapatkan upah,” tutur Fitri.

Meski orderan yang dterimanya tidak seperti biasanya, namun dirinya terus berupaya untuk mendapatkan order supaya karyawannya tetap bekerja.

Fitri mengatakan, dirinya tidak tahu mau sampai kapan usahanya mampu bertahan di tengah wabah virus corona, karena situasi dan konsidi seperti ini belum tahu kapan akan berakhir, sehingga usahanya bisa kondusif seperti sebelumnya.

“Mengenai penurunan order dan omzet memang bukan hanya dirasakan oleh usaha saya saja, tapi di luar sana juga banyak yang bernasib sama. Mudah-mudahan dengan hikmah datangnya bulan suci Ramadhan nanti virus corona segera sirna.” Harap Fitri. (AM/Koran HR)