Kabar Baik, Ternyata Virus Corona Takut Panas!

Virus Corona Takut Panas
BMKG menyebut virus corona atau covid-19 takut panas. Foto:Ist/Net

Virus corona takut panas, percaya gak? Virus corona atau yang dikenal dengan Covid-19 kini tengah menjadi ancaman di hampir semua negara. Virus mematikan ini awalnya berasal dari Wuhan, Cina. Kini telah menyebar ke berbagai penjuru dunia dan memakan korban hingga puluhan ribu korban jiwa.

Kabar baiknya, virus corona ini tidak tahan terhadap cuaca panas. Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.  Kata dia, berdasarkan hasil modelling yang dilakukan para pakar, cuaca Indonesia, (di) ekuator yang panas dan kelembapan udara tinggi, sehingga membuat Covid-19 tidak akan kuat bertahan hidup.

Walaupun virus corona takut panas, Luhut menyatakan kondisi ini tidak lantas membuat Indonesia aman dari pandemi Covid-19. Pihaknya terus mengimbau masyarakat Indonesia agar tetap disiplin memutus rantai penyebaran dan penularan virus corona. Caranya dengan menghindari kerumuman, menjaga jarak dan tetap beraktivitas di rumah saja.

Meski pernyataan Luhut Binsar Panjaitan ini sempat diragukan sejumlah kalangan, namun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bersama para ahli, sepakat dengan pendapat Luhut.

Berdasarkan analisis statistik BMKG bersama para ahli, lewat pemodelan matematis dan studi literatur yang dalam, BMKG mengambil kesimpulan bahwa sebetulnya Indonesia sedikit tertolong oleh cuaca dan iklimnya, sehingga penyebaran Covid-19 tidak terlalu masif.

Hasil Penelitian BMKG dan Para Ahli, Virus Corona Takut Panas

Kepala BMKG Dwikorta Karnawati, kajian tersebut dilakukan oleh 11 doktor ahli bidang Meteorologi, Klimatologi dan Matematika. Selain itu kajian tersebut didukung para doktor dan guru besar Mikrobiologi Fakultas Kedokteran, UGM Jogjakarta.

Menurut Dwikorta, hasil kajian tersebut sudah disampaikan kepada Presiden dan beberapa Kementerian. Kata dia, berbagai penelitian yang sama juga menunjukkan bahwa sebaran kasus virus corona pada gelombang kesatu, berada pada zona wilayah dan iklim yang sama, yakni di wilayah subtropis yang memiliki posisi lintang lebih tinggi.

Jadi kata dia, berdasarkan hasil penelitian tersebut, bisa disimpulkan bahwa negara-negara dengan lintang tinggi akan memiliki kerentanan yang lebih tinggi terhadap penyebaran virus corona, ketimbang dengan negara-negara tropis, seperti Indonesia. Dengan kata lain virus corona takut panas.

Lebih lanjut Dwikorta mengatakan, kondisi udara yang ideal untuk virus corona yakni pada suhu temperatur antara 8-10 derajat celsius dengan kelembapan antara 60 sampai 90 persen. Itu artinya, lingkungan terbuka yang memiliki kelembaban dan suhu yang lebih tinggi merupakan kondisi yang kurang ideal untuk penyebaran virus corona ini.

Para peneliti juga menyimpulkan bahwa virus corona mempunyai penyebaran yang optimal pada lingkungan dengan suhu yang sangat rendah yakni antara 1 sampai 9 derajat celsius.

Itu artinya, semakin tinggi suhu atau temperatur, maka kemungkinan adanya kasus virus corona dalam setiap harinya akan makin sedikit. Itulah sebabnya beberapa kalangan menyimpukan bahwa virus corona takut panas.

Covid-19 Suka Bertahan di Udara Dingin dan Kering

Penelitian lebih lanjut menyebut, penyebaran Covid-19 ini cenderung lebih stabil pada lingkungan yang memiliki suhu udara dingin dan kering.  Kondisi udara dingin dan kering ini bisa menurunkan imunitas seseorang, sehingga mudah terserang berbagai virus termasuk virus corona.

Jadi menurut Dwikorta, berdasarkan kajian dan penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa, faktor utama yang menyebabkan penyebaran virus corona di Indonesia cukup tinggi yakni karena mobilitasnya yang tinggi.

Sehingga tim BMKG merekomendasikan agar mobilitas penduduk dan interaksi sosial lebih dibatasi lagi, masyarakat juga mesti melakukan pola hidup bersih dan sehat. Maka faktor suhu dan kelembapan akan menjadi faktor penudukung untuk mengurangi penyebaran virus corona.

Harus Tetap Waspada

Sebelumnya, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut, berdasarkan hasil modelling yang dilakukan para pakar, cuaca Indonesia,  berada di ekuator yang panas dan kelembapan udara tinggi, sehingga membuat Covid-19 tidak akan kuat bertahan hidup.

Walaupun virus corona takut panas, Luhut menyatakan kondisi ini tidak lantas membuat Indonesia aman dari pandemi Covid-19. Pihaknya terus mengimbau masyarakat Indonesia agar tetap disiplin memutus rantai penyebaran dan penularan virus corona. Caranya dengan menghindari kerumuman, menjaga jarak dan tetap beraktivitas di rumah saja.

Namun demikian, dikutip dari BBCIndonesia, para pakar mengimbau masyarakat agar jangan terlalu berharap virus corona bisa musnah ketika musim panas tiba. Memang berdasarkan kajian Pusat Penyakit Menular di Universitas Edinburgh 10 tahun (yang menemukan tiga jenis virus corona awal), menyebutkan jika virus corona biasanya muncul pada saat musim dingin tiba. Virus ini akan menginfeksi manusia pada bulan Desember hingga April.

Penelitian yang masih awal ini menunjukkan bnahwa corona jenis ini hanya mempunyai kemampuan bertahan hidup di cuaca dingin dan. Semakin tinggi temperatur suhu dan kelembapannya, maka virus corona tidak akan kuat bertahan hidup. Dengan kata lain virus corona takut panas.

Covid-19 Lebih Berbahaya

Namun riset ini nyatanya tidak berlaku untuk jenis virus corona keempat yang sekarang dikenal dengan nama Covid-19 atau SARS-CoV-2. Virus yang saat ini amat ditakuti di seluruh dunia ini memiliki pola penyebaran yang lebih sporadis. Apalagi jika sudah masuk level pandemi, penyebaran virus tidak tak lagi mengikuti pola musiman.

Di udara hangat virus corona atau Covid-19 memang akan sulit bertahan hidup. Namun bukan berarti virus tersebut akan musnah begitu saja. Mikroorganisme ini akan berada di sel makhluk hidup dan menunggu waktu yang pas untuk menyebarkan virusnya lagi.

Badan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menegaskan, tidak peduli seberapa cerah atau panasnya cuaca di lingkungan kalian, semua orang bisa berpotensi terinfeksi virus corona atau covid-19.

Itu artinya, virus corona takut panas belum bisa jadi jaminan. Maka untuk melindungi diri Anda, selalu jaga kebersihan dengan rutin cuci tangan, hindari menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan. (Jujang/R8/HR Online)

Loading...