Selasa, Agustus 16, 2022
BerandaBerita BanjarWarga Banjarkolot Kota Banjar Tolak Pemakaman Jenazah PDP Covid-19 di TPU Dipatiukur

Warga Banjarkolot Kota Banjar Tolak Pemakaman Jenazah PDP Covid-19 di TPU Dipatiukur

Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Warga Lingkungan Banjarkolot, Kel/Kec Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat, menolak jenazah PDP Covid-19 yang meninggal di RSUD Banjar dimakamkan di TPU Dipatiukur.

Informasi mengenai adanya PDP Covid-19 yang akan dimakamkan di TPU Dipatiukur menghebohkan warga setempat, khususnya warga yang berada dekat lokasi makam.

Mereka menolak pemakaman tersebut karena menilai orang yang meninggal itu bukan merupakan warga Kota Banjar, sehingga tidak bisa dimakamkan di TPU tersebut.

Salah seorang tokoh masyarakat setempat, Wahyudin, mengatakan, penolakan itu disebabkan pasien yang meninggal bukan merupakan warga Kota Banjar.

“Jadi bukan hanya karena pasien tersebut PDP corona, tapi orang yang meninggal itu bukan warga dari Banjar,” terangnya, kepada awak media, Selasa (07/04/2020).

Selain menolak pemakaman, kata Wahyudin, warga juga menyayangkan kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Kota Banjar, karena tidak melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada tokoh lingkungan dan masyarakat setempat.

Hal itu membuat warga di sekitar TPU Dipatiukur resah, ketika tahu ada pasien meninggal dari luar Banjar yang dimakamkan di komplek pemakaman umum tersebut.

Ditanya mengenai protap pemakaman bagi pasien yang terkena Covid-19, menurut Wahyudin, komplek makam Dipatiukur tidak masuk dalam protap, karena lokasinya berdekatan dengan pemukiman warga.

“Seharusnya pemakaman itu setidaknya posisinya harus 50 meter dari sumber air, dan 500 meter dari permukiman penduduk atau warga,” ujarnya.

Pihaknya berharap pemakaman bagi warga yang positif terkena virus corona, apalagi warga dari luar Banjar, tidak dimakamkan di komplek TPU Dipatiukur. Tapi dipindah ke lokasi yang jauh dari pemukiman warga.

“Kalau bisa harus jauh dari permukiman warga. Kami khawatir jika nantinya menular ke keluarga dan warga yang ada di lingkungan sekitar makam,” harap Wahyudin.

Di tempat terpisah, Lurah Banjar, Irfan Fauzi, membenarkan adanya insiden penolakan pemakaman jenazah tersebut, karena warga ingin ada kajian terlebih dahulu.

Saat ini juga, kata Fauzi, permasalahan tersebut sudah dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait agar segera dilakukan kajian dan solusi bersama.

“Usulan warga sudah disampaikan ke Ibu Walikota melalui Bu Camat, dan menurut informasi dari Dinas LH tadi siang kajiannya sedang dibuatkan. Kalau kami tinggal nunggu keputusan pihak gugus tugas,” katanya. (Muhlisin/R3/HR-Online)