Rabu, Januari 26, 2022
BerandaBerita CiamisWarga Jompo dan Dhuafa di Ciamis dapat Bantuan Sembako dari UPZ dan...

Warga Jompo dan Dhuafa di Ciamis dapat Bantuan Sembako dari UPZ dan Baznas

Berita Ciamis (harapanrakyat.com),- Unit Pengelola Zakat (UPZ) dan Bandan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menyalurkan bantuan sembako kepada warga jompo dan dhuafa di Desa Mekarjaya, Kecamatan Baregbeg.

Ketua UPZ Kabupaten Ciamis, Ustad Kholisin, mengatakan, bantuan sembako diberikan sebagai penanganan dampak wabah virus corona.

Pihaknya membagikan bantuan sembako ini dengan memprioritaskan warga jompo dan dhuafa yang sebelumnya tidak mendapatakan bantuan seperti PKH.

“Saat ini kami salurkan sebanyak 175 paket sembako yang langsung diberikan kepada jompo dan dhuafa, sesuai daftar yang kita minta dari tiap RT terlebih dahulu, supaya bantuan yang diberikan benar-benar kepada yang haknya,” terangnya, kepada HR Online, Kamis (23/04/2020).

Kholisin juga menjelaskan, penyaluran zakat berupa sembako diberikan dalam rangka penanganan wabah virus corona untuk membantu warga kurang mampu di wilayah Desa Mekarjaya. Terlebih warga yang tidak memiliki penghasilan tetap.

Paket sembako yang disalurkan terdiri dari beras 5 kilogram, minyak goreng, mie instan dan gula. Diharapkan bantuan yang diberikan bisa meringankan dan juga bermanfaat dan bagi warga penerima.

“Kami juga berharap dan berdo’a supaya wabah virus corona ini cepat berakhir, sehingga kehidupan kembali normal. Warga juga diimbau untuk selalu menjaga kebersihan sebagai bentuk penanganan agar virus corona segera hilang,” ucap Kholisin.

Sementara itu, Nasiwan, salah seorang warga penerima bantuan sembaku, mengaku dirinya sangat bersyukur dengan adanya bantuan yang disalurkan oleh UPZ dan Baznas.

Karena, saat ini warga sangat membutuhkan bantuan seperti sembako untuk kebutuhan hidupnya sehari-hari dalam situasi sulit seperti sekarang ini.

“Kami sangat bersyukur sekali dengan adanya bantuan sembako, sehingga warga kurang mampu yang tidak memiliki penghasilan tetap masih punya untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkap Nasiwan. (es/R3/HR-Online)

- Advertisment -