Kamis, Desember 1, 2022
BerandaBerita Jabar3 Strategi Jabar Perangi Covid-19 Diklaim Berhasil di Bodebek

3 Strategi Jabar Perangi Covid-19 Diklaim Berhasil di Bodebek

Berita Jabar, (harapanrakyat.com),– Setidaknya ada 3 strategi yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam memerangi Covid-19. Strategi tersebut adalah PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), larangan mudik, dan tes masif Corona di berbagai daerah, baik rapid test maupun swab test.

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, mengatakan, PSBB dinilai mampu membatasi pergerakan manusia. Begitupun dengan larangan mudik, membuat kasus positif yang berasal dari zona merah berkurang. Sementara tes masif dilakukan untuk memetakan penyebaran Covid-19.

“Keberhasilan dalam memerangi Covid-19 saat ini dilakukan karean 3 strategi, yakni PSBB, larangan mudik, dan tes masif. Ketiga strategi ini yang membuat kita mampu menurunkan angka penyebaran Covid-19 di Jabar,” kata Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, saat acara penerimaan bantuan dari para donatur untuk penanganan Covid-19 di Jabar, Senin (4/5/2020).

Emil memberi contoh PSBB di Bodebe (Bogor-Depok-Bekasi) sejak 15 April 2020 lalu yang sukses menurunkan angka kasus Covid-19.

PSBB di Bodebek berhasil menurunkan angka reproduksi (Ro) Covid-19, jika sebelumnya angka Ro di Bodebek paling tinggi di Jabar, yaitu sekitar 1,27, maka setelah 14 hari melaksanakan PBB, angka Ro menurun hingga 1,07 per 28 April lalu.

“PSBB Jabar relative berhasil, seperti di Bodebek yang penularannya memiliki tren menurun saat ini,” kata Emil.

Menurut Emil, keberhasilan Bodebek dalam menekan penularan Covid-19 berbanding terbalik dengan daerah yang tidak menerapkan PSBB.

“Kota maupun kabupaten yang tidak PSBB malah naik, karena itu kita berlakukan PSBB tingkat provinsi,” katanya.

Kabar gembira lain disampaikan Emil yang mengatakan, bantuan dari para donator terus mengalir untuk penanganan Covid-19 di Jabar.

“Saya apresiasi berbagai pihak yang telah menyumbangkan alat-alat kesehatan, donasi, dan sembako,” ucaonya.

Bantuan dari para donatur tersebut diterima oleh Jabar Bergerak berupa masker yang terdiri dari 20.000 masker bedah dan 1.000 masker KN95. Bantuan didapatkan dari Yayasan Solusi Bersinar Indonesia dan Bank Sampah Bersinar.

Selain itu bantuan 62 APD (Alat Pelundung diri, dan 160 paket sembako dari Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI). Selanjutnya bantuan APD dari UNIKOM, 10.000 paket sembako dan 30.000 pack nasi bungkus dari Gereja Sahabat Kota, dan 1.000 nasi kotak dari Grab. (Ndu/R7/HR-Online)