8 Vaksin Corona Terbaru Akan Segera Diproduksi untuk Hadapi Covid-19

8 Vaksin Corona Terbaru Akan Segera Diproduksi untuk Hadapi Covid-19
8 vaksin corona terbaru akan segera diproduksi untuk hadapi Covid-19. Foto:Ist/Net

Sebanyak 8 vaksin Corona terbaru yang diteliti memberikan perkembangan yang menggembirakan. Penelitian vaksin ini telah memasuki tahap evaluasi uji klinik fase 1 maupun fase 2 yang diharapkan dapat segera diproduksi secara massal.

Penelitian untuk menemukan vaksin maupun obat Covid-19 sedang dilakukan para peneliti di seluruh dunia. Bukan hanya para ahli medis saja yang melakukannya, para akademisi kampus juga banyak yang terlibat dalam perjuangan kemanusiaan ini.

Pandemi Covid-19 telah menyebar dan menjadi wabah dunia. Tak kurang dari 215 negara terpapar virus menular ini dengan jumlah kasus telah mencapai angka 4 juta lebih dan 278.993 orang yang meninggal dunia.

Organisasi kesehatan dunia WHO memimpin dalam upaya untuk menemukan obat maupun vaksin Corona terbaru. Bahkan penelitian itu seakan berkejaran dengan waktu akibat besarnya jumlah korban yang terpapar.

Jenis Vaksin Corona Terbaru untuk Covid-19

Dikutip dari data yang dirilis WHO, tak kurang dari 100 kandidat vaksin yang tengah diteliti berbagai negara dan lembaga penelitian yang dilakukan di bawah koordinasi badan kesehatan dunia itu.

Para peneliti yang terlibat dalam usaha penemuan obat Covid-19 ini melibatkan berbagai kalangan, dari lembaga bioteknologi, universitas, lembaga penelitian, hingga industri farmasi.

Hingga saat ini penelitian terhadap vaksin dan obat virus Corona kebanyakan telah memasuki tahap evaluasi uji praklinis. Dari jumlah itu ada 8 vaksin Corona terbaru yang telah lebih maju perkembangannya.

Calon kandidat vaksin yang perkembangan paling maju ini saat ini sudah memasuki tahap evaluasi uji klinik fase 1 atau fase 2. Hasil uji klinis terakhir ini diharapkan dapat segera menjadi kabar gembira yang sangat ditunggu.

Berdasarkan laporan terbaru yang dikeluarkan dalam laman resmi WHO, berikut ini 8 vaksin Corona terbaru. Diharapkan vaksin ini dapat segera diproduksi secara massal untuk menghadap pandemi Covid-19. Masing-masing adalah Moderna/NIAID, University of Oxford, BioNTech/Fosun Pharma/Pfize, Inovio Pharmaceuticals, Sinovac, CanSino Biological Inc./Beijing Institute of Biotechnology, Wuhan Institute of Biological Products/Sinopharm, Beijing Institute of Biological dan Products/Sinopharm.

Perkembangan Penelitian Vaksin Corona Terbaru

Universitas Oxford merupakan salah satu universitas di Eropa yang terdepan dalam penelitian tentang obat untuk mengatasi Covid-19. Penelitian yang dilakukan para ahli ini mendapat dukungan dari pemerintah Inggris.

Jenis vaksin Covid-19 yang sedang dikembangkan Oxford memiliki kode nomor NCT NCT04324606. Penelitian yang dilakukannya telah memasuki uji klinik Fase 1 atau 2. Bahkan mereka tengah menentukan aspek keamanan, efikasi, dan imunogenisitas dari calon vaksin Corona terbaru untuk Covid-19 itu.

Penelitian Oxford ini dilakukan dengan melibatkan 1.112 sukarelawan berusia 18 hingga 55 tahun. Kabarnya, hasil uji klinis para ahli medis dari Universitas Oxford ini akan selesai pada bulan Mei 2020 ini.

Sedangkan riset lain yang dilakukan BioNTech dan Fosun Pharma bekerja sama dengan industri farmasi Pfizer meneliti vaksin dengan kode nomor NCT NCT04380701. Vaksin Corona terbaru ini terdaftar di ClinicalTrials.gov.

Penelitian BioNTech dilaksanakan dengan melibatkan sekitar 200 sukarelawan. Untuk pelaksanaan uji klinik Fase I atau II ini dilakukan pengelompokan dengan pemberian dosis yang berbeda.

Penelitian yang dilakukan BioNTech sedang dikembangkan  di Jerman. Saat ini riset telah memasuki uji klinik. Diharapkan uji klinis ini akan bisa diketahui dan diumumkan hasilnya pada bulan Agustus 2020 mendatang.

Proses penelitian terhadap obat Coronavirus diakui WHO memerlukan waktu yang cukup lama. Bahkan salah seorang pejabat WHO bernama Dale Fisher memperkirakan vaksin Covid-19 baru akan siap pada akhir 2021.

Karena itulah WHO akan menerapkan prosedur darurat agar vaksin Corona terbaru bisa segera ditemukan. Prosedur yang dikenal EUAL atau Emergency Use Assessment and Listing ini pernah dilakukan saat wabah virus Ebola tahun 2014. (R9/HR Online)