Badai Tropis Vongfong Sebabkan Cuaca Ekstrem di Beberapa Wilayah

Badai Tropis Vongfong
Ilustrasi Badai Tropis Vongfong. Foto: Istimewa

Badai tropis Vongfong yang cukup terkenal di Filipina merupakan jenis badai topan tropis yang paling kuat di seluruh dunia.

Badai ini melanda Jepang pada tahun 2014 silam serta secara tidak langsung mempengaruhi Filipina dan Taiwan.

Saat ini Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis adanya informasi peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Indonesia. Informasi ini berlaku pada Kamis, 14 Mei 2020.

Badai Tropis Vongfong Sebabkan Cuaca Ekstrem di Beberapa Wilayah

Menurut informasi BMKG melalui laman resmi yang dimilikinya yakni bmkg.go.id, telah memprediksi terdapat 10 wilayah yang berpotensi hujan dengan intensitas hujan lebat yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia.

Peristiwa tersebut disebabkan adanya tropis Vongfong yang mana telah terpantau dari Samudra Pasifik timur Filipina dimana arah pergerakannya ke arah barat laut.

Baca juga: Badai Geomagnetik di Bumi Akibat Letusan Matahari

Adanya badai Vongfong dapat memberikan dampak secara tidak langsung yang berupa pembentukan wilayah belokan anginnya yang memanjang dari kawasan Sulawesi Utara sampai Maluku Utara menuju Perairan Utara Papua.

Waspadai Cuaca Ekstrem Dampak Badai Tropis Vongfong

Dengan adanya badai Vongfong yang telah terpantau di berbagai wilayah di Indonesia, akan memberikan dampak yang kurang baik.

Dampak tersebut adalah terjadinya peningkatan potensi hujan sepanjang daerah belokan angin yang dibentuk oleh badai tersebut. Wilayah sirkulasi siklonik juga terlihat di Samudra Hindia barat daya, kawasan Sumatera bagian barat, serta Bengkulu.

Selain itu, konvergen dalam sekitar wilayah Sumatera Selatan, Bengkulu, serta Jambi sehingga dapat menyebabkan potensi pertumbuhan awan hujan pada wilayah tersebut.

Badai Vongfong Berdampak di Taiwan

Dilansir dari UDN, Jia Xinxing yakni direktur dari Weather Risk Inc melalui akun Facebook, menyatakan bahwa badai tropis Vongfong pertama tahun ini kemungkinan akan terjadi atau memberikan dampak yang cukup besar di daerah Filipina.

Selain itu, Jia Xinxing juga memperkirakan pada saat mendekati Taiwan, badai tersebut akan melemah kekuatannya, akan tetapi akan terjadi hujan di wilayah Taitung dan Hengchun Peninsula pada tanggal 17 Mei mendatang.

Terjadinya badai Vongfong di Filipina tenggara 12 Mei lalu, hal ini berdampak bagi negara Taiwan akhir pekan ini.

Dilancir dari Taiwan News serta CNA, pada 13 Mei tepatnya pada pukul 2 pagi, badai Vongfong terletak 1.470 kilometer tenggara ujung selatan Taiwan Eluanbi serta bergerak ke arah barat laut dengan memiliki kecepatan 7 kilometer per jam.

Badai Vongfong mempunyai radius 80 kilometer dengan memiliki kecepatan angin maksimum 72 kpj dengan hembusan angin hingga 100kpj.

Sesuai informasi yang diberikan oleh CWB, badai Vongfong akan menyerang daratan di Filipina dalam beberapa hari mendatang serta mengukir melewati Pulau Luzon yang sebelum memasuki Bashi Channel pada 17 Mei 2020 mendatang.

CWB Taiwan pun mengumumkan dengan adanya badai tropis Vongfong yang mengakibatkan adanya hembusan angin barat daya yang dimulai Senin mendatang.

Terdapat kemungkinan adanya hujan yang akan terjadi di wilayah tengah serta selatan Taiwan. Sementara wilayah utara serta timur laut kemungkinan hujan petir, meskipun dalam intensitas yang ringan hingga sedang dan sebentar.

CWB memperkirakan bahwa badai tersebut selanjutnya kemungkinan dapat menuju ke timur laut serta berputar melewati pantai timur Taiwan.

Baca juga: Badai di Mars Meninggalkan Lapisan Menara Debu Setinggi 56 Kilometer

CWB meyakini bahwa struktur badai ini menjadi melemah pada saat melintasi Filipina. Oleh karena itu, kemungkinan untuk mencapai Pulau Formosa akan cukup rendah.

Akan tetapi, ada kemungkinan badai tersebut akan mencapai titik terdekat dengan Taiwan pada hari Sabtu dan Minggu, yakni pada tanggal 16 hingga 17 Mei mendatang dengan membawa curah hujan di sisi selatan dan timur Taiwan.

Struktur Depan Hujan Plum

Di sisi lain, Wakil Direktur CWB yakni Chweng Ming-dean cukup mengkhawatirkan dengan adanya badai tropis Vongfong tersebut.

Hal ini dikarenakan badai tersebut akan memindahkan kelembaban ke arah Taiwan serta berinteraksi dengan struktur depan hujan Plum.

Dari CWB sendiri, telah memperkirakan musim hujan Plum Taiwan akan mulai hadir pada tanggal 18 atau 19 Mei mendatang.

Dengan adanya kombinasi angin barat daya yang kemungkinan akan membuat cuaca menjadi tidak stabil dan cukup tinggi.

Oleh karena itu, dengan hadirnya badai tropis Vongfong tersebut, diharapkan untuk semua masyarakat sekitar wilayah yang akan dilalui badai tersebut untuk tetap berhati-hati dan waspada. Badan terkait pun akan selalu dan terus memantau keadaan yang terkait dengan badai tersebut. (R10/HR-Online)