Berita Tsunami Kecil di Pangandaran Hoax, Ini Penjelasan Kadis Pariwisata

Berita Tsunami Kecil di Pangandaran Hoax, Ini Penjelasan Kadis Pariwisata
Potongan video yang tersebar di medsos yang menyebut terjadi tsunami kecil di Pantai Pangandaran. Foto:Istimewa

Berita Pangandaran (harapanrakyat.com). Pasca diguncang gempa tektonik 5,1 Skala Richter, Minggu (24/5/2020) sore, di Kabupaten Pangandaran, bermunculan video dan foto di media sosial seolah terjadi tsunami kecil di pantai Pangandaran.

Hal tersebut tentu membuat resah masyarakat. Dalam video yang tersebar di media sosial, terlihat gelombang air laut sampai ke jalan raya hingga tumpah ke pelataran parkir ujung tol gate Pantai Barat Pangandaran.

Kabar tsunami kecil di pantai Pangandarn tersebut, dibantah Kepala Dinas Pariwisata Pangandaran, Untung Saeful Senin (25/5/2020).

Kata dia, foto dan video yang tersebar di medsos yang menyebut terjadi tsunami kecil di Pantai Pangandaran itu hoax. Video tersebut merupakan video yang diambil tahun 2018 silam.

“Memang di pantai selatan ada sebuah fenomena alam siklus 5 tahunan terutama diawal pancaroba, yakni terjadinya gelombang pasang,” ujar Untung.

Menurutnya, saat ini situasi di kabupaten Pangandaran sendiri, khususnya di seputaran pantai baik pantai Barat ataupun pantai Timur nampak tenang dan normal.

“Ombak air laut pun biasa-biasa saja tidak seperti yang diberitakan di medsos dan itu tidak benar, alias hoax,” tegasnya.

Di tempat terpisah, Ketua PHRI kabupaten Pangandaran Agus Savana menyebut, berita di medsos tentang air laut itu adalah hoax dan sangat tidak benar.

“Saya kira ini merupakan upaya-upaya dari perseorangan yang tidak suka terhadap obyek wisata yang ada di kabupaten Pangandaran,” katanya.

Lebih jauh disampaikan Agus, siapa pun yang membuat hoax di medsos tersebut agar segera ditangkap oleh pihak kepolisia.  Menginggat berita di medsos tersebut telah membuat warga Pangandaran marah dan resah.

“Terlebih lagi para pelaku wisata yang marah besar dan meminta kepada si pembuat hoax tersebut untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegas Agus Savana. (Entang/R8/HR Online)

Loading...