Cuaca Buruk, Nelayan Pangandaran Pilih Rehat Melaut

Cuaca Buruk di pangandaran
Cuaca buruk yang terjadi beberapa hari ini menyebabkan terjadinya gelombang tinggi. Sehingga, para nelayan di Pangandaran memilih rehat. Foto : Entang SR/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Sudah beberapa hari ini cuaca buruk melanda kawasan pantai selatan. Sehingga, para nelayan yang ada di Kabupaten Pangandaran memilih untuk rehat sejenak, sambil menunggu cuaca kembali membaik.

“Sudah beberapa hari kami tidak melaut. Karena sampai saat ini cuaca di laut kurang bersahabat,” ucap Sunarso, salah seorang nelayan Pangandaran kepada HR Online, Jumat (29/5/2020).

Lebih jauh Sunarto mengatakan, cuaca buruk itu juga menyebabkan gelombang laut di pantai selatan saat ini mencapai ketinggian 3 sampai 4 meter.

Menurutnya, dengan keadaan gelombang tinggi tersebut tentu sangat berbahaya bagi para nelayan yang akan melaut mencari ikan.

“Sangat berbahaya bagi nelayan seperti kami yang hanya menggunakan perahu kecil,”katanya.

Untuk itu, dirinya bersama nelayan lain di Pangandaran lebih memilih rehat, ketimbang mengambil resiko.

Menurut Sunarto, bahwa gelombang tinggi di laut ini biasa terjadi, dan peristiwa tersbeut biasa disebut oleh warga Pangandaran adalah musim pancaroba.

“Kini para nelayan lebih banyak membersihkan perahunya. Memperbaiki perahunya sambil rehat dan menunggu cuaca kembali membaik,” pungkas Sunarto.

Sementara itu, akibat gelombang tinggi dan hantaman ombak besar, salah satu tembok pembatas yang berada di pantai timur mengalami rusak.

Selain itu, debu yang terbawa ombak pun mengotori jalan raya. Akibat hal tersebut, tidak sedikit warga Pangandaran yang membersihkan debu di jalanan, yang terbawa oleh ombak. (Entang/R5/HR-Online)