Cuaca Tak Bersahabat, Nelayan Tradisional Pangandaran Tetap Melaut

nelayan tradisional Pangandaran
Nelayan tradisional di Pangandaran melepas jaring arad di laut. Foto: Entang/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Meski kondisi cuaca di Pantai Selatan kurang bersahabat, namun nelayan tradisional Pangandaran, Jawa Barat masih tetap melaut.

Nelayan yang menggunakan jaring arad untuk menangkap ikan di laut tetap berangkat menangkap ikan, meskipun hasil tangkapannya pun bisa dibilang paceklik.

Tisno, salah seorang nelayan tradisional Pangandaran yang biasa memanfaatkan jaring arad mengaku hasil tangkapannya sangat minim.

“Sudah berkali-kali melepas jaring ke laut, namun hasil tangkapan tidak seperti biasanya,” ungkap Tisno kepada HR Online, Selasa (26/5/2020).

Dijelaskan Tisno, satu kali melepas jaring arad, jangkauannya bisa mencapai satu kilometer. Selanjutnya tinggal ditarik dari pantai secara bersamaan.

“Hasilnya memang ada ikannya, tapi ikan yang terjaring arad itu kecil-kecil,” ungkap Tisno.

Baca Juga: 50 Rumah di Pangandaran Terendam Banjir Rob

Pacekliknya hasil tangkapan ikan di laut, menurut Tisno, karena faktor cuaca yang kurang bersahabat.

“Satu minggu terakhir ini kondisi cuaca kurang mendukung, ditambah pancaroba awal bulan yang menyebabkan arus cukup kuat dari laut, bahkan di beberapa daerah sempat terjadi banjir rob,” jelas Tisno.

Meskipun begitu, Tisno mengaku tetap semangat melaut karena dari sanalah sumber penghasilannya berasal.

TCL

“Hasil tangkapan ikan turun drastis, akan tetapi semangat untuk mencari ikan tidak pernah surut. Kami tetap dan terus bekerja menjaring ikan di laut sama seperti nelayan lainnya,” tandasnya. (Entang/R7/HR-Online)

Loading...