Fakta Henneguya Salminicola, Masuk ke dalam Hewan Parasit

Fakta Henneguya Salminicola
Ilustrasi Fakta Henneguya Salminicola. Foto: Istimewa

Fakta Henneguya salminicola merupakan binatang yang tidak bernafas. Hewan ini juga satu-satunya yang mampu bertahan hidup tanpa oksigen.

Ilmuwan di Tel Aviv belum lama ini tidak sengaja menemukan hewan aneh ini yang tidak membutuhkan oksigen sama sekali untuk hidup.

Fakta Henneguya Salminicola

Banyaknya oksigen yang terdapat di Bumi, difungsikan oleh makhluk hidup untuk bernafas dan membuat sel di dalam tubuh terus bekerja.

Namun beda halnya dengan hewan yang satu ini. Menurut ilmuwan, hewan ini merupakan hewan pertama yang ditemukan tidak membutuhkan oksigen untuk bernafas.

Henneguya salminicola termasuk ke dalam golongan hewan parasit. Hewan yang membentuk spora dari gumpalan parasit masuk ke dalam tubuh ikan.

Fakta Henneguya salminicola ini guna menjadikan ikan sebagai inangnya. Hewan ini akan menumpang hidup pada ikan selama hidupnya.

Bukan hanya pada ikan, hewan ini bisa menumpang hidup pada cacing. Hal ini berpotensi kecil dalam mengubah oksigen menjadi energi yang digunakan untuk hidup.

Bentuk Henneguya Salminicola

Henneguya salminicola adalah hewan yang sangat kecil. Pasalnya, hewan ini memiliki ukuran tubuh hanya terdiri dari 10 sel saja.

Hanya spora parasit yang akan menampakkan suatu kompleksitas saat dilihat dengan menggunakan mikroskop.

Fakta Henneguya salminicola terkait bentuknya, sekilas seperti sel sperma berwarna kebiruan dan memiliki dua ekor dengan sepasang mata yang berbentuk oval.

Mirip dengan berudu dan bisa terkait dengan ubur-ubur. Hewan ini ditemukan di dalam tubuh ikan salmon, tepatnya di otot ikan. Pada awalnya, para peneliti tidak sengaja menemukan hewan ini.

Waktu itu para peneliti sedang mempelajari genom spesies, namun malah menemukan hewan yang tidak memiliki mitokondria. Dimana gen yang berfungsi untuk mengubah oksigen untuk menjadi energi.

Kebanyakan dari hewan multiseluler memiliki DNA yang berurutan dan gen untuk pernafasan, namun tidak dengan genom salminicola yang tak memiliki gen pernafasan.

Fakta Henneguya salminicola ini tentu telah dibuktikan oleh studi yang diterbitkan dalam jurnal Proccedings of National Academy of Sciences pada Februari lalu.

Fakta Biologis

Hewan ini berhasil ditemukan oleh para ilmuwan. Secara biologis, hewan ini mampu membuat heran para ilmuwan. Hal tersebut membuat hewan ini dinobatkan menjadi parasit yang unik.

Akan tetapi, secara bertahap hewan parasit ini mengalami evolusi untuk bisa menanggalkan seluruh dari sifat multiselulernya. Parasit ini kehilangan jaringan seperti sel saraf dan otot mereka.

Hasilnya, para peneliti mendapati jika hewan parasit ini kehilangan kemampuan bernafasnya. Hal ini akan menjadi pertanyaan besar untuk para ilmuwan dalam mengkaji parasit ini.

Pada pemangkasan genetik yang semacam ini, akan memberi kebebasan pada parasit untuk reproduksi dengan cepat dan sesering mungkin. Fakta Henneguya salminicola ini tentu sangat menarik untuk diketahui.

Kelompok Myxozoa

Pada kelompok ini mempunyai beberapa genom yang bentuknya terkecil di dunia, namun membuatnya sangat agresif.

Menurut Huchon, parasit ini relatif jinak. Pasalnya, parasit yang lain dalam keluarga ini jika menginfeksi akan bisa memusnahkan seluruh stok perikanan.

Jika ingin melihat wujud dari parasit yang tinggal di dalam tubuh ikan ini, maka saat anda membelah ikan melihat gumpalan gelembung putih, inilah parasit tersebut.

Untuk ikan yang terkena infeksi parasit disebut dengan tapica disease. Ini merupakan fakta Henneguya salminicola yang bisa dijelaskan dengan penelitian.

Pada bagian mata Henneguya salminicola berfungsi untuk penyengat, namun tidak memiliki racun. Ini hanya membantu hewan tersebut untuk bisa menempel pada inangnya.

Sifat yang menyengat ini adalah satu-satunya yang tidak ditinggalkan saat mengalami evolusi. Parasit mempunyai banyak organisme yang bertolak belakang dengan evolusi menjadi bersel tunggal.

Bagaimana Bisa Bertahan Hidup Tanpa Bernafas?

Banyak peneliti yang mempertanyakan tentang hal ini, namun mereka belum yakin akan jawabannya. Pada parasit yang serupa dengan Henneguya salminicola, memiliki protein untuk dapat diimpor ATP (energi molekuler) secara langsung dari inangnya yang telah terinfeksi.

Henneguya salminicola bisa saja seperti pada parasit lainnya, namun akan lebih baik jika dilakukan studi lanjutan mengenai genom organisme eksentrik pada waktu mendatang.

Maka dari itu, para peneliti harus menemukan fakta Henneguya salminicola untuk bisa mengembangkan pada tahap studi yang akan dilakukan nantinya. (R10/HR-Online)