Fakta Soal Mutasi Virus Corona, Ada Jenis yang Mematikan

Fakta soal mutasi virus Corona saat ini cukup meresahkan bagi sebagian masyarakat. Foto: Net/Ist.
Fakta soal mutasi virus Corona saat ini cukup meresahkan bagi sebagian masyarakat. Foto: Net/Ist.

Fakta soal mutasi virus Corona saat ini cukup meresahkan bagi sebagian masyarakat. Sebuah studi terkait pembaharuan struktur molekul yang terdapat di dalam virus Corona saat ini mulai gencar dilakukan.

Hal ini dilakukan seiring dengan ditemukannya fakta bahwa virus Corona mengalami mutasi hingga setidaknya dalam 30 jenis yang berbeda.

Dilansir dari situs Mirror Daily, terdapat lebih dari 2,4 juta jiwa telah terinfeksi Covid-19 di seluruh dunia.

Setelah diadakan penelitian lebih lanjut, menunjukkan bahwa satrin yang berada di Eropa hingga saat ini jauh lebih mematikan dibandingkan dengan temuan di AS.

Fakta Soal Mutasi Virus Corona, Ada Jenis yang Mematikan

Mutasi virus Corona telah diprediksi mulai menyebar ke berbagai negara. Bahkan dalam sebuah penelitian mengklaim jika virus Corona bermutasi bergantung pada kondisi masing-masing negara. Sebuah penelitian terbaru mengungkap fakta baru.

Para ilmuwan tersebut menemukan bahwa virus Corona jenis baru dapat menjadi lebih lemah setelah adanya temuan mutasi baru pada virus tersebut.

Para peneliti yang berasal dari Arizona State University telah melakukan analisis sampel yang berasal dari ratusan Coronavirus yang terdapat di Arizona serta telah menemukan perubahan pada materi genetik virus.

Perubahan tersebut mirip dengan yang terlihat pada epidemi SARS 2003 lalu. Para peneliti tersebut menyatakan bahwa fakta soal mutasi virus Corona ini menunjukkan bahwa virus dapat melemah.

Di dalam studi tersebut, para tim melakukan analisis sampel dari 382 pasien yang kemudian menemukan mutasi baru pada salah satu pasien.

Berdasarkan keterangan dari ketua tim peneliti tersebut yakni Dr Efrem Lim, sesuatu yang telah dilihat sebelumnya pada saat wabah SARS 2003 selama fase tengah dan akhir wabah, virus tersebut melemah dengan protein SS3.

Dalam protein-protein tersebut, tidak hanya untuk ditiru, akan tetapi mereka di sana untuk membantu dalam meningkatkan virulensi. Serta untuk menekan sistem kekebalan tubuh. Hal ini berkembang lebih lemah dari fase akhir epidemi.

Mengetahui Fakta Soal Mutasi Corona

Fakta soal mutasi virus Corona lainnya adalah berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh para peneliti yang berasal dari Universitas Zhejiang.

Dimana peneliti percaya bahwa virus Corona telah bermutasi menjadi kurang lebih 30 jenis yang berbeda sebagaimana yang disinggung diatas.

Tidak berselang lama, peneliti yang berasal dari Tiongkok dan Eropa menemukan fakta tersebut dan telah dilaporkan pada Sourth China Morning post.

Para peneliti tersebut menyebutkan bahwa jalur dari Tiongkok dan Eropa ditemukan sebagai jalur yang berbahaya dibandingkan dengan AS yang diketahui lebih ringan.

Terkait fakta soal mutasi virus Corona tersebut, para peneliti telah menganalisis strain virus yang berasal dari 11 pasien yang terjangkit virus Corona. Hal itu untuk menguji seberapa efektif virus dapat menginfeksi serta membunuh sel manusia.

Dalam penelitian tersebut, akhirnya terungkap bahwa beberapa mutasi yang paling mematikan telah ditemukan di Zhejiang. Kemudian, selanjutnya strain juga ditemukan di Italia, New York, dan Spanyol.

Dari hasil penelitian ilmuwan tersebut, terdapat fakta mengkhawatirkan yakni jenis virus yang ditemukan dapat menciptakan hingga 270 kali lipat viral load dibandingkan dengan jenis virus yang paling ringan.

Selain itu, untuk strain paling ringan sebagian besar ditemukan di wilayah AS yang termasuk dalam wilayah negara bagian Washington.

Fakta Mutasi Corona di Seluruh Dunia

Fakta soal mutasi virus Corona selanjutnya adalah mutasi yang diamati dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti yang dipimpin Hangping Yao menyatakan bahwa mutasi tersebut kemungkinan merupakan isolat virus yang telah dikumpulkan di seluruh dunia.

Hal ini dapat secara signifikan akan berdampak pada patogenisitas SARS-COV-2. Para peneliti tersebut menjelaskan bahwa 19 dalam 31 mutasi yang terindentifikasi merupakan temuan baru. 

Walaupun tanggal ambil sampel relatif awal, namun penelitian tersebut menunjukkan bahwa terdapat keragaman pada strain virus sebagian besar masih kurang dihargai.

Dalam beberapa penelitian terhadap mutasi virus Corona, tim peneliti menyimpulkan bahwa untuk sementara ini vaksin Corona bisa membantu sejumlah pasien. Tetapi mungkin kurang efektif dalam beberapa jenis. 

Dengan adanya fakta soal mutasi virus Corona, kemungkinan pasien dengan versi mutasi virus masih tidak sehat.

Meski demikian, tim peneliti menyarankan agar adanya temuan ini dapat jadi indikasi awal bahwasanya virus ini akan kian melemah nantinya. Hal itu seiring dengan angka mutasi yang akan dilakukannya. (R10/HR-Online)