Gejala Baru Corona Sulit Berbicara Bahkan Halusinasi

Gejala Baru Corona Sulit Berbicara
Ilustrasi Gejala Baru Corona Sulit Berbicara. Foto: Ist

Gejala baru Corona sulit berbicara nampaknya menjadi salah satu hal baru. Hal ini juga sudah ramai diperbincangkan karena berkaitan dengan virus Corona.

Semenjak kemunculan virus Corona, banyak penelitian mengenainya. Terutama mengenai gejala virus Corona yang kini semakin berkembang.

Virus Corona atau yang dikenal dengan Covid-19 memang perlu diwaspadai. Sebab, gejala yang muncul mulai beragam. Sampai saat ini ada banyak spekulasi yang muncul mengenai virus Corona.

Baca juga: Gejala Baru Corona Nyeri Otot dan Persendian Perlu Diwaspadai

Penyebaran virus Corona yang semakin meningkat tiap harinya juga disebabkan karena kurang waspada. Banyak gejala baru yang muncul seperti kesulitan berbicara. Mungkin terdengar sederhana, namun hal ini juga sudah diteliti lebih lanjut.

Gejala Baru Corona Sulit Berbicara, Benarkah?

Seiring dengan berjalannya waktu, salah satu hal yang paling identik dari Corona adalah batuk dan demam. Setelah itu, pernafasan menjadi terganggu. Inilah yang menjadi tanda bahwa orang tersebut sudah terjangkit Covid-19.

Banyak negara yang melakukan penelitian untuk mengetahui kelanjutan dari virus Corona. Baru-baru ini Organisasi Kesehatan Dunia memberikan pernyataan yang cukup mengejutkan. Hal ini tentu saja terkait dengan gejala Corona.

Kehilangan kemampuan untuk berbicara merupakan salah satu hal yang perlu diwaspadai. Sebab, kondisi ini memiliki potensi sebagai tanda terserang virus Corona.

Salah satu pakar kesehatan dari WHO pun menyarankan agar segera menyadari gejala baru Corona sulit berbicara ini. Kemudian bisa memeriksakannya ke rumah sakit yang mengantisipasi Corona.

Gejala baru sulit berbicara dirasa kurang lazim dan terdengar aneh. Namun hal ini benar adanya dan sudah dikonfirmasi oleh pihak WHO pada hari Senin lalu.

Pihak WHO juga memberikan penjelasan ulang mengenai gejala yang serius dari virus Corona. Seperti demam dan batuk kering. Biasanya hal tersebut muncul selama satu sampai 2 minggu.

Jika mengalami gejala yang serius, maka langkah yang paling tepat adalah mengunjungi dokter. Melakukan pengecekan secara berkala juga sangat diperlukan.

Baca juga: Gejala Baru Corona Lesi Keunguan Mirip Cacar pada Kaki

Meskipun dihimbau agar lebih waspada, namun kesulitan berbicara belum tentu gejala Corona. Seperti yang diketahui bahwa ada beberapa orang yang mungkin kesulitan berbicara sejak lahir sehingga bukanlah gejala baru Corona sulit berbicara.

Jika dilihat menurut pandangan medis, kesulitan berbicara juga akan diikuti oleh kondisi yang lainnya. Misalnya adalah gangguan pendengaran dan masih banyak lagi.

Namun tetap saja gejala baru sulit berbicara ini adalah penelitian yang baru. Sehingga harus diwaspadai karena berpotensi.

Terdapat sebuah studi baru mengenai gejala virus Corona. Studi ini diteliti dan ditulis oleh Orygen dan La Trobe University di Australia.

Studi ini berkaitan dengan penelitian gejala dari Corona seperti psikosis. Berdasarkan data dari penelitian, disebutkan bahwa pasien Corona mengalami episotik.

Sekilas Tentang Gejala Baru Corona Sulit Berbicara

Hilangnya kemampuan berbicara sebenarnya tidak langsung terjadi. Sehingga tidak mudah untuk menyadari bahwa kemampuan berbicara menurun.

Dalam penelitian virus Corona terkait dengan gejalanya, ada beberapa faktor yang mempengaruhi psikis. Tekanan akibat menjalani isolasi diri sebenarnya dapat menurunkan kinerja pada tubuh. Hal ini ternyata juga dapat memicu kesulitan berbicara.

Tekanan psikis ini membuat pikiran menjadi stress sehingga dapat berpengaruh pada situasi keluarga saat itu. Oleh karena itu, melakukan aktivitas bermanfaat perlu dilakukan selama isolasi.

Hal yang paling mengejutkan, selain mengalami gejala baru Corona sulit berbicara, ternyata pasien Corona juga merasakan tekanan psikis yang lebih parah. Keadaannya lebih menunjukkan pada gejala-gejala psikotik.

Hal ini disebutkan dalam studi yang dituliskan oleh Ellie Brown. Studi ini langsung ditujukan untuk mengetahui perkembangan virus Corona dan gejalanya. Pada sebuah penelitian yang dilakukan pada pasien Corona ditemukan beberapa hal.

Diantaranya adalah muncul gejala psikotik pada pasien. Misalnya mendengar suara, namun hal tersebut hanyalah halusinasi. Tekanan akibat pandemi Corona memang berpotensi menyebabkan gangguan psikis.

Baca juga: Gejala Baru Corona Bintik Merah dengan Rasa Gatal yang Berlebihan

Apalagi jika suasana keluarga juga tidak mendukung sama sekali. Terbiasa menghabiskan waktu di luar memang memberikan keleluasaan. Namun akhirnya harus berada di rumah selama isolasi dalam waktu yang lama.

Gejala psikotik ini memang tidak hanya berhalusinasi saja. Namun gejala yang dialami oleh setiap pasien berbeda-beda. Pikiran bingung, delusi, dan merasa terganggu merupakan gejala utama psikotik ini.

Gejala baru Corona sulit berbicara memang perlu diwaspadai. Apapun gejala yang dirasakan akan lebih baik jika langsung ke dokter. Sebab, virus Corona bisa memberikan gejala baru bahkan yang lebih sederhana. (R10/HR-Online)

Loading...