Jumlah Positif COVID-19 di Indonesia Mencapai 13.645 Orang

Gugus Tugas Covid-19 mencatat jumlah peningkatan angka kasus terkonfirmasi positif Covid-19 per tanggal 9 Mei ini menjadi 13.645. Foto: Dok. Gugus Tugas Covid-19 Indonesia.
Gugus Tugas Covid-19 mencatat jumlah peningkatan angka kasus terkonfirmasi positif Covid-19 per tanggal 9 Mei ini menjadi 13.645. Foto: Dok. Gugus Tugas Covid-19 Indonesia.

Pemerintah Republik Indonesia melalui Gugus Tugas Covid-19 mencatat jumlah peningkatan angka kasus terkonfirmasi positif Covid-19 per tanggal 9 Mei ini menjadi 13.645, atau bertambah 533 orang.

Untuk jumlah kasus meninggal akibat Covid-19 juga bertambah menjadi 959 orang setelah ada penambahan 16 orang.

Begitu pula pasien sembuh Covid-19 per hari Sabtu ini, pukul 12.00 WIB tercatat jumlahnya menjadi 2.607 orang, setelah ada penambahan 113 orang.

Hal itu disampaikan juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Indonesia, Achmad Yurianto, dalam keterangan resminya di Media Center Gugus Tugas Covid-19, Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (09/05/2020).

Achmad Yurianto juga menjelaskan, untuk sebaran pasien sembuh dari 34 provinsi di Indonesia, DKI Jakarta merupakan wilayah dengan sebaran jumlah kasus sembuh terbanyak, yaitu 752 orang.

Kemudian, disusul Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 260 orang, Jawa Timur 227 orang, Jawa Barat 202 orang, Bali 197 orang, dan wilayah lainnya di Tanah Air, sehingga totalnya mencapai 2.607 orang.

“Kriteria pasien yang sembuh dan diakumulasikan itu berdasarkan hasil pengujian di laboratorium selama dua kali, serta saat ketika pasien tak lagi keluhan klinis,” terangnya.

Achmad Yurianto, menambahkan, data tersebut sekaligus juga menjadi ukuran seberapa besar masyarakat mematuhi aturan pemerintah, serta anjuran protokol kesehatan sebagai upaya memutus rantai penularan Covid-19.

“Inilah yang menjadi ukuran lantaran ini adalah cara pengendalian Covid-19,” katanya.

Jumlah Positif Covid-19 di 34 Provinsi

Selanjutnya, Gugus Tugas juga merinci data positif Covid-19 di Indonesia, yakni di Provinsi Aceh ada 17 kasus, Bali sebanyak 306 kasus, Prov. Banten 523 kasus.

Kemudian, di Bangka Belitung ada 28 kasus, Prov. Bengkulu 37 kasus, DI Yogyakarta sebanyak 146 kasus, DKI Jakarta paling tinggi dengan 5.056 kasus.

Di Prov. Jambi ada 62 kasus, Jawa Barat terdapat 1.437 kasus, Prov. Jateng 959 kasus, Jawa Timur Sebanyak 1.419 kasus, Prov. Kalbar 118 kasus.

Lalu, di Prov. Kaltim ada 214 kasus, Prov. Kalteng 189 kasus, Prov. Kalsel 253 kasus, dan di Prov. Kalimantan Utara ada 131 kasus.

Berikutnya, di Kepulauan Riau ada 101 kasus, NTB 330 kasus, Prov. Sumsel 278 kasus, Sumbar 286 kasus, Sulawesi Utara ada 47 kasus, Sumatera Utara sebanyak 179 kasus, dan Sulteng 71 kasus.

Adapun di Prov. Sulsel sebanyak 710 kasus, Sulteng 75 kasus, Prov. Lampung 66 kasus, Riau ada 71 kasus, Maluku Utara sebanyak 54 kasus, Prov. Maluku 32 kasus.

Beralih ke Papua Barat ada 53 kasus, Papua sebanyak 277 kasus, Prov. Sulbar 62 kasus, NTT 12 kasus, Prov. Gorontalo 19 kasus, serta dalam proses verifikasi 21 kasus.

Akumulasi data tersebut di atas diambil berdasarkan hasil uji spesimen dari sebanyak 150.887 orang yang dilakukan memakai metode PCR di 53 laboratorium, serta TCM di 1 laboratorium Wisma Atlet.

Hasilnya, dari 108.699 kasus spesimen yang telah diperiksa didapatkan data sebanyak 13.645 positif, serta 95.054 negatif.

Sedangkan, untuk jumlah ODP (orang dalam pemantauan) menjadi 246.847 orang, dan PDP (pasien dalam pengawasan) menjadi 29.690 orang. Data itu diambil dari 34 provinsi serta 370 kota/kabupaten yang ada di Tanah Air. (Eva/R3/HR-Online)

Loading...