Kasus Reaktif Covid-19 dari Rapid Test di Kota Banjar Bertambah Jadi 38 Orang

kasus reaktif Covid-19 di Kota Banjar
Rapid Test. Foto: Ist/Net

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Kasus reaktif Covid-19 di Kota Banjar bertambah 2 orang per hari ini, Kamis (28/5/2020). Jumlah warga Kota Banjar yang reaktif berdasarkan rapid test kini menjadi 38 orang.

Hal itu terungkap dalam rilis Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kota Banjar, Kamis (28/5/2020) pukul 14.00 WIB.

Rapid test sendiri merupakan tes Corona untuk mendeteksi antibodi dalam tubuh seseorang. Jika hasil rapid test reaktif menandakan antibodi sudah terbentuk. Antibodi ini berguna untuk melawan virus. Sehingga ketika antibodi terdeteksi dalam tubuh ini berarti tubuh sudah pernah terinfeksi virus.

Namun untuk mengetahui apakah virus yang menginfeksi tubuh itu adalah virus Corona penyebab Covid-19, maka perlu dilakukan swab test.

Swab test melalui teknik PCR bertujuan untuk mendeteksi keberadaan virus Corona. Sehingga ketika hasil swab test positif, maka kasusnya disebut terkonfirmasi positif Covid-19.

Baca Juga: Arti Reaktif Covid-19 Berdasarkan Rapid Test, Ini Penjelasannya

Jika baru reaktif Covid-19 berdasarkan rapid test, seseorang belum bisa disebut sebagai pasien positif Corona. Rapid test hanya skrining awal untuk mendeteksi adanya virus Corona melalui antibodi. Tingkat akurasinya pun hanya 60 sampai 75 persen saja. Sedangkan tingkat akurasi swab test mencapai 95 persen.

Update Kasus Corona di Kota Banjar

Update kasus Corona di Kota Banjar, Kamis (28/5/2020), selain kasus reaktif Covid-19 di Kota Banjar, menunjukkan, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Banjar masih 7 orang. Enam diantaranya sudah sembuh, dan 1 orang meninggal dunia.

Selanjutnya Orang Dalam Pemantauan (ODP) di kota Banjar jumlahnya masih tetap 23 orang. Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) berkurang dari yang semula 6 orang menjadi 2 orang.

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kota Banjar yang menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD Kota Banjar sebanyak 13 orang. PDP yang menjalani isolasi mandiri di rumahnya sebanyak 19 orang. Sementara 18 orang PDP di Kota Banjar meninggal dunia.

TCL

Selain itu, Tomy Subagja, juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Banjar, merilis jumlah pemudik yang diskrining per hari ini.

“Jumlah Pemudik yang diskrining 377 orang. Pemudik dipindah ke karantina desa/kelurahan 322 orang. Dirujuk ke RSU Asih Husada 14 orang. Dipulangkan ke tempat asal 6 orang. Selesai karantina 2 orang. Dikarantina di GBP (Gelora Banjar Patroman) 23 orang,” jelasn Tomi. (SBH/R7/HR-Online)

Loading...