Kisah Al Khawarizmi, Ilmuwan Muslim Ahli Matematika

Kisah Al Khawarizmi
Ilustrasi Al Khawarizmi. Foto: Net/Ist

Kisah Al Khawarizmi menjadi inspirasi bagi banyak kalangan, terutama mereka yang menekuni matematika. Kisah ilmuwan Muslim yang lahir sekitar pertengahan abad ke-9 ini menjadi pusat perhatian dunia dalam berbagai disiplin ilmu.

Menurut berbagai sumber, Ia lahir di Khawarizm, sebuah daerah yang berada di Uzbekistan sekitar tahun 780 M dan wafat di tahun 850 M di Bagdad.

Pada zaman Khalifah Al Ma’mun, ilmuwan yang bernama lengkap Muhammad Ibn Musa Al Khawarizmi ini bekerja di Baitul Hikmah di Bagdad. Di sana berbagai ilmu Ia pelajari, seperti matematika dan astronomi. Bahkan ia menjadi pimpinan perpustakaan milik khalifah.

Namanya di berbagai belahan dunia diabadikan menjadi sebuah istilah ilmu pengetahuan. Seperti di Eropa, namanya menjadi Algoarismi yang kemudian dipakai menjadi aritmatika. Di Perancis muncul nama Augrysm, di Inggris Augrym dan Spanyol Alguariame.

Kisah Al Khawarizmi

George Sarton menyebut Bapak Matematika ini sebagai ilmuwan muslim terbesar dan terbaik di masanya. Bahkan, antara abad keempat sampai kelima disebut sebagai Zaman Al Khawarizm.

Menurut Dictionary Scientifik Biography (1973), Bila C.J Toomer menyebutkan hampir seluruh karyanya disusun pada zaman Khalifah Al Ma’mun (813-833). Pada saat itu, ia mengenalkan banyak angka-angka India pada Islam.

Tak hanya itu, karya ilmu hitung India, tabel astronomi, al jabar serta lainnya pun diterjemahkan oleh berbagai ilmuwan barat, seperti Adelard dari Dath, Robert dari Chester, Gerard dari Cremona, E. Rosen dan sebagainya.

Riwayat Angka Nol

Angka kosong atau nol ini dalam bahasa arab disebut Sifr. Sebelum ditemukan, orang-orang pada waktu itu menggunakan abacus sempoa sebagai sejenis daftar untuk menunjukkan satuan, ratusan dan seterusnya agar setiap angka tidak saling tertukar.

Kisah Al Khawarizmi menjadi perhatian banyak kalangan lantaran metode tersebut kurang populer, Apalagi orang-orang pada waktu itu justru lebih memilih menggunakan raqam al-binji yang merupakan penemuannya.

Yang paling memungkinkan untuk ditelusuri lebih lanjut adalah penggunaan titik kecil pada angka arab sebagai pengganti angka nol yang masih digunakan sampai saat ini.

Dalam Buku Trattati d’ Arithmetica yang merupakan salinan ke bahasa latin dari karangannya oleh Prince Boncompagni (Terbit di Roma 1957 M) berisi berbagai hitungan, asal usul angka, bahkan sampai yang kita gunakan saat ini.

Jasa Ilmu Faraid

Aturan tentang warisan yang dijelaskan dalam Al Qur’an yang didalami olehnya menjadi sumber inspirasi lahirnya berbagai macam sistem operasi penambahan, perkalian, pembagian, pengurangan secara sempurna.

Dari kisah Al Khawarizmi yang mengembangkan Al Jabar membuat para peneliti Barat kagum dengan cara berhitung yang dilakukan orang Islam, bahkan dianggap lebih maju dari cara yang dipakai Pythagoras.

Bahkan, pengetahuan tentang perhitungan akar, pecahan, negatif dan positif menurut Leonardo Fibonacci dalam buku Liber Abaci (abad ke-8) yang meneliti tentang Al Jabr, menyebutkan merupakan penemuan-penemuan dari kalangan Muslim.

Bidang Astronomi

Sebagai praktisi di bidang ilmu perbintangan, Al Khawarizmi dikenal sebagai pendiri Astrolabe yang mana berhasil menyusun ratusan tabel tentang bintang.

Di bidang astronomi seperti Zij Al Shindhind juga mendapatkan perhatian kalangan barat yang telah menerjemahkan ke berbagai bahasa.

Meski versi bahasa aslinya yang berbahasa arab sudah hilang, namun dalam versi latinnya masih bertahan dan diabadikan oleh astronom Spanyol yang bernama Al Maslama A-Majariti pada 1000 M.

Bidang Geografi

Selanjutnya, kisah Al Khawarizmi yang telah membuat sebuah tulisan dalam bidang geografi dengan judul Kitab Surat Al Ardh yang berarti pemandangan bumi berisi tentang daftar lintang serta bujur berbagai kota serta letak lokasinya.

Ia memperlihatkan koordinat lokasi laut Mediterania dan kota di Asia dan Afrika dengan mengevaluasi jarak yang sudah dituliskan oleh ptolemeus.

Ia juga pernah memimpin sebuah proyek untuk pembuatan peta dunia yang diperuntukkan Khalifah Al Makmun.

Penemu Istilah Algoritma

Algoritma yang berarti langkah-langkah logis tentang penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis dan logis.

Kitab Al Jama’ Wal Tafriq Bil Hisab Al Hind karangannya yang menjelaskan masalah penjumlahan dan pengurangan sesuai kalkulasi Hindu menjadi pijakan algoritma modern.

Demikian beberapa kisah Al Khawarizmi yang merupakan intelektual Islam yang mampu mengembangkan berbagai ilmu pengetahuan bidang perhitungan. (Muhafid/R6/HR-Online)

Loading...