Kisah Jibril Membelah Dada Rasulullah Dengan Air Zam-Zam

Kisah Jibril Membelah Dada Rasulullah
Ilustrasi. Foto: Net/Ist

Kisah Jibril membelah dada Rasulullah ketika masih berusia kecil. Manusia maksum ialah manusia yang terjaga dari dosa. Kisah perjalanan yang sangat populer ketika beliau dibelah dadanya oleh malaikat Jibril.

Beliau merupakan manusia yang sempurna serta diutus untuk sempurnakan akhlak semua umat muslim. Rasulullah merupakan Nabi yang terakhir dan telah menunjukkan kenabiannya sejak masih anak-anak.

Kisah Jibril Membelah Dada Rasulullah Ketika Masih Kecil

Pada waktu itu, Rasulullah masih dirawat oleh Halimah As-Sad’yah. Halimah merupakan wanita mulia yang menyusui Nabi. Saat itu, Nabi tinggal di kampung Bani Sa’id bersama dengan Halimah.

Sama seperti anak umur 4 tahun yang lainnya, Nabi senang bermain dengan teman-temannya kesana kemari. Saat bermain inilah malaikat Jibril datang menghampiri Nabi.

Kemudian malaikat membelah dada Nabi dan mengambil organ hatinya. Setelah diambil, kemudian organ hati itu dibersihkan dengan menggunakan air zam-zam di dalam sebuah bejana yang terbuat dari emas.

Dalam kisah Jibril membelah dada Rasulullah ini, malaikat mengatakan jika organ hati adalah bagian setan yang ada di dalam dirimu.

Yang dimaksud dengan bagian setan adalah semua kriteria penyakit yang umum menjangkiti diri manusia seperti dengki, iri, pamer, sombong, dan yang lain-lainnya.

Setelah malaikat Jibril selesai membersihkan organ hati tersebut, maka dikembalikan ke tempatnya semula dan kembali normal seperti sebelum dibelah tadi.

Semua sahabat Nabi yang turut menyaksikan peristiwa itu berlarian ke rumah untuk mengadukan hal tersebut pada Halimah.

Anak-anak mengatakan pada Halimah jika Nabi telah dibunuh oleh seseorang, Halimah pun berlari menghampiri dimana Nabi berada.

Sesampainya di tempat Nabi, Halimah lalu memeluknya yang terlihat dengan wajah yang pucat dan ketakutan. Ini merupakan kisah Jibril membelah dada Rasulullah yang memiliki banyak arti.

Penggunaan Air Zam-Zam

Terkait dengan menggunakan air zam-zam untuk membersihkan hati Beliau, air ini merupakan air yang sangat mulia dimana muncul saat Nabi Ismail hentakkan kaki ke tanah di tengah padang pasir.

Air zam-zam memiliki arti yang melimpah. Sesuai dengan arti namanya, sumber air ini masih terus mengalir sampai sekarang.

Kejadian yang menimpa Nabi kala itu tidak heran jika Nabi memiliki hati yang sebaik-baiknya manusia di muka bumi ini.

Hal ini menunjukan keistimewaan air zam-zam yang digunakan pada kisah Jibril membelah dada Rasulullah.

Faedah dari Pembelahan Dada Rasulullah

Semua yang dialami oleh Beliau semasa kecil menunjukkan jika Beliau memang telah dipersiapkan untuk menerima amanat yang berat sehingga hatinya dibersihkan dengan air zam-zam.

Dibedahnya dada Rasulullah juga menunjukkan jika Beliau adalah manusia yang berbeda dengan manusia lainnya. Sudah dari kecil merupakan manusia maksum, hal ini karena bagian dari setan telah dihilangkan.

Sehingga Beliau tumbuh besar dengan kondisi tidak ada jatah setan di dalam kehidupannya. Dengan kata lain, Beliau tumbuh besar dengan sempurna dengan terlindungi dari godaan setan.

Pada kenyataannya, akal itu sangat terbatas. Untuk memahami kisah Jibril membelah dada Rasulullah ini, tentu akal tidak dapat menjangkaunya. Untuk itu, akal bisa ditundukkan dengan dalil.

Dalil ini memiliki makna jika mengingkari hakikatnya, maka iman pada Allah SWT menjadi lemah. Hal ini juga menunjukkan jika iman kepada Nabi juga lemah. Padahal tugas kita sebagai umat dari Nabi Muhammad SAW adalah untuk meyakini semua berita yang Beliau bawa, baik itu yang bisa diketahui hikmahnya ataupun tidak.

Pembelahan Dada Rasulullah Bukan Cuma Sekali

Pertama kali Jibril membelah dada Rasulullah ialah ketika masih berusia 4 tahun. Hal ini untuk membersihkan hati dari setan yang menjangkiti manusia. Pembelahan kedua saat Rasulullah berusia 10 tahun. Ketika itu Rasulullah didatangi 2 malaikat dengan dibaringkan tanpa ada paksaan dan kesulitan.

Kemudian dada Beliau dibedah tanpa mengeluarkan darah setetespun dan tanpa merasakan sakit. Pembelahan selanjutnya saat berusia 40 tahun saat akan diangkat menjadi Rasul untuk mempersiapkan menerima wahyu.

Saat sedang Isra Mi’raj, malaikat Jibril mendatangi Beliau dengan 3 bejana air zam-zam untuk mensucikan hati dan melapangkan dadanya.

Kini kisah Jibril membelah dada Rasulullah bisa anda ceritakan pada anak cucu untuk mengetahui kisah yang luar biasa ini. (R10/HR-Online)