Kisah Rasul Menerima Wahyu Pertama dan Sejarah Nuzulul Qur’an

Kisah Rasul Menerima Wahyu Pertama
Kisah Rasul Menerima Wahyu Pertama. Foto: Istimewa

Kisah Rasul menerima wahyu pertama pada usia Beliau yang genap 40 tahun. Rasulullah menerima wahyu tersebut tepatnya pada tanggal 17 Ramadhan di Gua Hira, Jabal Nur.

Pada saat itu pula Nabi Muhammad SAW pertama kalinya bertemu dengan malaikat Jibril, yakni malaikat yang ditugaskan oleh Allah SWT sebagai pengantar wahyu tersebut.

Sedangkan peristiwa tersebut dinamakan peristiwa Nuzulul Qur’an, yaitu peristiwa turunnya wahyu pertama yang mana adalah Q.S Al Alaq ayat 1-5.

Inilah Kisah Rasul Menerima Wahyu Pertama

Waktu itu, Alqur’an sebagai pencerah bagi umat Islam masih dipimpin oleh penduduk Jahiliyah. Nabi Muhammad SAW diutus datang ke negeri Arab sebagai utusan yang meluruskan kembali bagaimana ajaran-ajaran mereka yang sesat.

Dari sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim menyebutkan jika Khadijjah R.A, istri dari Nabi Muhammad SAW, berkata tentang peristiwa awal dari turunnya wahyu pertama untuk Rasulullah SAW.

Baca juga: Rumah Tempat Nabi Muhammad Dilahirkan Memiliki Banyak Keistimewaan

Dimana diawali dengan sebuah mimpi yang benar atau disebut juga dengan Ar-ru’yah Ash-Shadiqah. Di dalam mimpi tersebut, Beliau melihat sesuatu yang menyerupai sebuah belahan cahaya shubuh. Pada diri Beliau pun dimasukkan perasaan yang selalu ingin menyendiri.

Dari mimpi tersebut, kisah Rasul menerima wahyu pertama dimulai. Rasulullah SAW memutuskan untuk pergi ke Gua Hira dan menyendiri di sana. Gua Hira sendiri berjarak sekitar 2 mil dari Kota Mekah serta berukuran panjang 4 hasta dan lebar 1,75 hasta.

Saat Menerima Wahyu

Beliau di sana juga membawa bekal berupa air dan roti gandum, serta beribadah di dalam gua tersebut selama satu bulan penuh. Ketika perbekalan habis, maka Beliau pulang dan mengambilnya serta kembali lagi ke dalam gua.

Seperti itu seterusnya hingga sampai kebenaran tersebut Beliau dapatkan dengan datangnya malaikat Jibril. Malaikat datang sambil berkata “Iqra” (yang artinya Bacalah).

Mendengar hal tersebut, maka Nabi Muhammad SAW menjawab jika Beliau tidak bisa membaca. Kemudian kisah Rasul menerima wahyu pertama saat malaikat Jibril menarik tubuh dan menutupi Beliau hingga merasa kesusahan. Setelah itu, beliau dilepaskan dan malaikat itu kembali berkata “Iqra” (Bacalah).

Kembali lagi Rasulullah SAW menjawab hal yang sama. Malaikat itu kembali menarik dan mendekap tubuh Nabi Muhammad SAW hingga Beliau benar-benar merasa kesusahan.

Hingga pada akhirnya malaikat Jibril kembali menyuruh Beliau mengucapkan “Iqra bismirobbikal ladzii kholaq” (Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan). “Kholaqol insaana min’alaq” (Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah).

Dilanjutkan, “Iqra wa robbukal akhram” (Bacalah, dan Rabbmu lah yang paling pemurah). “Alladzii ‘allamal bil qolaam” (Yang mengajarkan manusia dengan perintah kalam). “’Allamal insaana min’alam” (Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya).

Setelah itu, kisah Rasul menerima wahyu pertama berlanjut saat Nabi Muhammad SAW merasakan seluruh tubuhnya menggigil dan ketakutan.

Kemudian Beliau memutuskan untuk kembali pulang ke rumahnya serta meminta istri tercintanya untuk menyelimutinya sampai perasaan takut tersebut menghilang.

Waraqah Bin Naufal

Beliau bertanya kepada istrinya atas apa yang sedang Beliau rasakan, yang Beliau khawatirkan atas dirinya. Lalu Beliau juga menceritakan apa yang sudah Beliau alami selama di Gua Hira. Namun, sang istri berkata agar Rasulullah SAW seharusnya bergembira.

Selanjutnya, sang istri, Khadijjah pergi membawa Nabi Muhammad SAW kepada Waraqah bin Naufal, yakni anak dari paman Khadijjah sendiri. Waraqah bin Naufal adalah seorang yang menganut agama Nasrani pada masa Jahiliyah.

Dia juga yang menulis kitab Arab. Dia bahkan menulis kitab Injil menggunakan bahasa Arab. Pada saat itu, kisah Rasul menerima wahyu pertama dimana Waraqah bin Naufal sudah menjadi syekh yang tua dan buta.

Setelah bertemu, Rasulullah SAW menceritakan kepadanya atas kejadian yang sudah Beliau alami. Lalu Waraqah berkata jika ini adalah Namus yang pernah diutus untuk menemui Nabi Musa As dan Namus adalah malaikat.

Baca juga: Pohon Kurma Berteriak Dekat Rasul dan Batu yang Berlari

Dahulu, pada zaman itu, Namus diutus menemui Nabi Musa As dan Waraqah mengatakan jika tidak ada orang yang datang dengan membawa apa yang seperti dibawa selain akan disakiti oleh penduduk zaman itu. Seorang Nabi akan mendapatkan ujian yang tidak seperti manusia pada biasanya.

Maka, Allah SWT menurunkan wahyu kepada Nabi Muhammad SAW hingga pada firman Allah SWT tentang segala berhala yang wajib ditinggalkan. Sejak saat itu, kisah Rasul menerima wahyu pertama yang terus diturunkan secara berkelanjutan serta menandai akan dimulainya peradaban Islam. (R10/HR-Online)